CONTOH PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU PENGARUH SIZE, LEVERAGE, PROFITABILITY, CAPITAL INTENSITY RATIO DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP EFFECTIVE TAX RATE (ETR) (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI Selama Periode 2010-2012)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Proposal Skripsi Akuntani
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dan mempunyai penduduk yang cukup besar. Indonesia sendiri mempunyai kekayaan alam yang berlimpah dan terletak pada kondisi geografis yang strategis, tidak mengherankan banyak perusahaan dalam maupun luar negeri yang berada di Indonesia. Kondisi seperti itu dapat menguntungkan pemerintah dalam penerimaan negara dari sektor pajak.
Waluyo (2011) menyebutkan bahwa salah satu usaha untuk mewujudkan kemandirian suatu bangsa atau negara dalam pembiayaan pembangunan yaitu dengan menggali sumber dana yang berasal dari dalam negeri berupa pajak. Peranan pajak merupakan salah satu penerimaan negara yang terbesar, sehingga pemerintah menaruh perhatian khusus pada sektor pajak. Pemerintah di Indonesia
sendiri melakukan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi dalam upaya untuk mengoptimalkan sektor perpajakan. Berdasarkan hal tersebut besar kecilnya penerimaan pajak dapat menentukan besarnya anggaran APBN. Proposal Skripsi Akuntani
Pajak merupakan beban bagi perusahaan yang dapat mengurangi laba bersih suatu perusahaan, hampir sebagian besar perusahaan tidak ada yang sukarela dengan senang hati membayar pajak. Perusahaan membayar pajak karena sifatnya memaksa, apabila tidak membayar akan terkena sanksi yang dapat merugikan perusahaan. Abimanyu (2006) menyebutkan bahwa reformasi
perpajakan adalah perubahan yang mendasar di segala aspek perpajakan yang memiliki tiga tujuan utama, yaitu tingkat kepatuhan sukarela yang tinggi, kepercayaan pada administrasi perpajakan yang tinggi dan produktivitas aparat perpajakan yang tinggi. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan fiskal harus melakukan perubahan sistem perpajakan menjadi lebih baik dalam rangka
meningkatkan penerimaan negara dalam sektor pajak. Seperti yang dinyatakan Mariwan dan Arifin (2005) bahwa pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan tax ratio secara bertahap dengan memperhatikan kondisi ekonomi Indonesia dan ekonomi dunia. Peningkatan secara bertahap tax ratio dilakukan melalui penyempurnaan terhadap kebijakan dan administrasi perpajakan, sehingga
basis pajak dapat semakin luas, dan potensi pajak yang ada dapat dipungut secara optimal.
Untuk mendorong pengusaha melakukan usaha yang lebih giat lagi, pemerintah memberikan insentif penurunan tarif Pajak badan dalam negeri. Proposal Skripsi Akuntansi
Penjelasan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 pasal 17 ayat (2b) menjelaskan bahwa:
Wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka yang paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan di bursa efek di Indonesia dan memenuhi persyaratan tertentu lainnya dapat memperoleh tarif sebesar 5% (lima
persen) lebih rendah daripada tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.
Tidak hanya penurunan tarif, dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013 tentang penyederhanaan perhitungan pajak, yaitu apabila penghasilan dari usaha yang diperoleh wajib pajak badan tidak lebih dari Rp 4,8 miliar dalam setahun akan dikenakan tarif sebesar 1%. Pemerintah berharap dengan penuruan tarif pajak dan penyederhaan perhitungan pajak, diharapkan dapat menguntungkan pihak wajib pajak sehingga penerimaan dari wajib pajak badan juga ikut
meningkat.
Bagi anda yang ingin tahu selengkapnya terkait contoh proposal skripsi ini bisa anda download gratis di sini
Monday, October 6, 2014
PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI JUDUL KEMAMPUAN LABA BERSIH, ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI HISTORIS DAN KOMPONEN-KOMPONEN AKRUAL DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI DIMASA MENDATANG
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL KEMAMPUAN LABA BERSIH, ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI HISTORIS DAN KOMPONEN-KOMPONEN AKRUAL DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI DIMASA MENDATANG
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan ini dijelaskan mengenai latar belakang mengapa penelitian tentang kemampuan laba bersih, arus kas operasi historis, dan komponen-komponen akrual dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi dimasa mendatang perlu dilakukan di Indonesia. Selain itu, dijelaskan pula rumusan masalah yang menjadi fokus utama penelitian, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, serta sistematika penulisan. Berikut merupakan rincian penjelasan mengenai latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditor dan pemakai lain dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi, kredit dan keputusan ekonomi lainnya. Selain itu seperti yang dinyatakan FASB pada SFAC No. 1 laporan keuangan harus menyediakan informasi dalam membantu investor dan kreditor agar dapat memperkirakan
jumlah, waktu, dan ketidakpastian dalam penerimaan atau pengeluaran arus kas serta mengenai sumber daya ekononi yang dikelola dan digunakan oleh perusahaan. Laporan keuangan perusahaan merupakan sumber informasi utama yang dijadikan acuan dan digunakan oleh para investor sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi itu sendiri dapat dikatakan memiliki manfaat atau bernilai
apabila informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan para pemakainya. Proposal Skripsi Akuntansi
Informasi juga akan bermanfaat apabila informasi tersebut mampu menambah pengetahuan dan keyakinan para pemakainya dan harus dapat mengurangi ketidakpastian.
Dalam pengambilan keputusan ekonomi, informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi alat yang penting bagi para pemakainya untuk menggambarkan kondisi atau kinerja perusahaan dan mengurangi ketidakpastian. Ketidakpastian timbul karena berhubungan dengan satuan usaha yang diharapkan mempunyai kelangsungan hidup di masa mendatang. Oleh
karena itu, agar informasi keuangan relavan dengan pengambilan keputusan maka harus dapat menyediakan atau memungkinkan prediksi kemungkinan kejadian di masa mendatang.Hal itu didefinisikan oleh Financial Accounting Standard Boards (FASB) dalam daftar istilah Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No 2tahun 1980 yaitu salah satu karakteristik kualitatif yang mempertinggi kegunaan informasi akuntansi adalah kualitas informasi yang membantu pemakai untuk meningkatkan kemungkinan peramalan dengan benar hasil kejadian masa lalu atau sekarang. Proposal Skripsi Akuntansi
Kondisi ekonomi di Indonesia yang fluktuatif dan adanya gejolak pasar keuangan internasional dapat membuat penurunan investasi. Menurut Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberie, meskipun Indonesia masih menikmati pertumbuhan kuat dibandingkan negara-negara ekonomi berkembang lainnya, Indonesia tidak dapat menghindar dari dampak penurunan
ekonomi global (World Bank, 2012). Bagi tipe investor yang memiliki kecenderungan berhati-hati (risk averter)yang cenderung akan memilih investasi yang lebih pasti seperti obligasi atau menabung di bank menjadi lebih menarik. Proposal Skripsi Akuntansi
Kemampuan para pelaku ekonomi dalam memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang sangat diperlukan dalam membantu mengahadapi ketidakpastian ekonomi untuk pengambilan keputusan berinvestasi di pasar modal.
Terdapat beberapa hal pertinbangan pemakai laporan keuangan untuk membuat keputusan ekonomi. Evaluasi dan analisis terhadap informasi yang terdapat pada laporan keuangan dapat membantu investor untuk mengetahui kinerja dan prospek bagaimana perusahaan mengasilkan laba serta membuat estimasi dan asumsi tentang arus kas masa mendatang. Membuat estimasi tentang
arus kas masa mendatang berkaitan dengan informasi keuangan yang terdapat pada laporan arus kas adalah penting. Proposal Skripsi Akuntansi
Analisis laporan arus kas memungkinkan investor, kreditor, dan pihak lain untuk menilai kualitas keputusan manajemen dari waktu ke waktu dan dampaknya pada kinerja perusahaan dan posisi keuangan perusahaan. Jika analisis meliputi periode waktu yang panjang, analisis tersebut dapat memberikan pandangan atas keberhasilan manjemen dalam bereaksi dan bertindak terhadap perubahan kondisi lingkungan bisnis dan kemampuan manajemen dalam menggunakanpeluang dan
kesempatan dalam mengatasi kesulitan. Subramanyan dan Wild (2010:94) menjelaskan bahwa laporan arus kas menyediakan informasi arus kas masuk dan arus kas keluar untuk satu periode. Secara lebih umum, informasi arus kas membantu para investor menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, membayar dividen, meningkatkan kapasitas operasional, dan
mendapatkan pendanaan.
Selengkapanya terkait proposal skripsi ini bisa anda download gratis di sini
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan ini dijelaskan mengenai latar belakang mengapa penelitian tentang kemampuan laba bersih, arus kas operasi historis, dan komponen-komponen akrual dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi dimasa mendatang perlu dilakukan di Indonesia. Selain itu, dijelaskan pula rumusan masalah yang menjadi fokus utama penelitian, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, serta sistematika penulisan. Berikut merupakan rincian penjelasan mengenai latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditor dan pemakai lain dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi, kredit dan keputusan ekonomi lainnya. Selain itu seperti yang dinyatakan FASB pada SFAC No. 1 laporan keuangan harus menyediakan informasi dalam membantu investor dan kreditor agar dapat memperkirakan
jumlah, waktu, dan ketidakpastian dalam penerimaan atau pengeluaran arus kas serta mengenai sumber daya ekononi yang dikelola dan digunakan oleh perusahaan. Laporan keuangan perusahaan merupakan sumber informasi utama yang dijadikan acuan dan digunakan oleh para investor sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi itu sendiri dapat dikatakan memiliki manfaat atau bernilai
apabila informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan para pemakainya. Proposal Skripsi Akuntansi
Informasi juga akan bermanfaat apabila informasi tersebut mampu menambah pengetahuan dan keyakinan para pemakainya dan harus dapat mengurangi ketidakpastian.
Dalam pengambilan keputusan ekonomi, informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi alat yang penting bagi para pemakainya untuk menggambarkan kondisi atau kinerja perusahaan dan mengurangi ketidakpastian. Ketidakpastian timbul karena berhubungan dengan satuan usaha yang diharapkan mempunyai kelangsungan hidup di masa mendatang. Oleh
karena itu, agar informasi keuangan relavan dengan pengambilan keputusan maka harus dapat menyediakan atau memungkinkan prediksi kemungkinan kejadian di masa mendatang.Hal itu didefinisikan oleh Financial Accounting Standard Boards (FASB) dalam daftar istilah Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No 2tahun 1980 yaitu salah satu karakteristik kualitatif yang mempertinggi kegunaan informasi akuntansi adalah kualitas informasi yang membantu pemakai untuk meningkatkan kemungkinan peramalan dengan benar hasil kejadian masa lalu atau sekarang. Proposal Skripsi Akuntansi
Kondisi ekonomi di Indonesia yang fluktuatif dan adanya gejolak pasar keuangan internasional dapat membuat penurunan investasi. Menurut Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberie, meskipun Indonesia masih menikmati pertumbuhan kuat dibandingkan negara-negara ekonomi berkembang lainnya, Indonesia tidak dapat menghindar dari dampak penurunan
ekonomi global (World Bank, 2012). Bagi tipe investor yang memiliki kecenderungan berhati-hati (risk averter)yang cenderung akan memilih investasi yang lebih pasti seperti obligasi atau menabung di bank menjadi lebih menarik. Proposal Skripsi Akuntansi
Kemampuan para pelaku ekonomi dalam memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang sangat diperlukan dalam membantu mengahadapi ketidakpastian ekonomi untuk pengambilan keputusan berinvestasi di pasar modal.
Terdapat beberapa hal pertinbangan pemakai laporan keuangan untuk membuat keputusan ekonomi. Evaluasi dan analisis terhadap informasi yang terdapat pada laporan keuangan dapat membantu investor untuk mengetahui kinerja dan prospek bagaimana perusahaan mengasilkan laba serta membuat estimasi dan asumsi tentang arus kas masa mendatang. Membuat estimasi tentang
arus kas masa mendatang berkaitan dengan informasi keuangan yang terdapat pada laporan arus kas adalah penting. Proposal Skripsi Akuntansi
Analisis laporan arus kas memungkinkan investor, kreditor, dan pihak lain untuk menilai kualitas keputusan manajemen dari waktu ke waktu dan dampaknya pada kinerja perusahaan dan posisi keuangan perusahaan. Jika analisis meliputi periode waktu yang panjang, analisis tersebut dapat memberikan pandangan atas keberhasilan manjemen dalam bereaksi dan bertindak terhadap perubahan kondisi lingkungan bisnis dan kemampuan manajemen dalam menggunakanpeluang dan
kesempatan dalam mengatasi kesulitan. Subramanyan dan Wild (2010:94) menjelaskan bahwa laporan arus kas menyediakan informasi arus kas masuk dan arus kas keluar untuk satu periode. Secara lebih umum, informasi arus kas membantu para investor menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, membayar dividen, meningkatkan kapasitas operasional, dan
mendapatkan pendanaan.
Selengkapanya terkait proposal skripsi ini bisa anda download gratis di sini
CONTOH PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU TAHUN 2014 JUDUL EFEK KETIDAK COCOKAN SOSIAL ANTARA STAF AUDIT DAN MANAJEMEN KLIEN DALAM PROSES PENGUMPULAN BUKTI AUDIT
CONTOH PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU TAHUN 2014 JUDUL EFEK KETIDAK COCOKAN SOSIAL ANTARA STAF AUDIT DAN MANAJEMEN KLIEN DALAM PROSES PENGUMPULAN BUKTI AUDIT
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Contoh Proposal Skripsi Akuntansi
Dewasa ini, audit laporan keuangan oleh auditor eksternal memiliki peran penting dalam lingkungan bisnis. Salah satu contoh nyata peran audit laporan keuangan adalah jika kreditur menilai ada risiko informasi yang minim karena laporan keuangan peminjam (manajemen klien) yang diaudit, risiko bank secara substansial berkurang dan tingkat bunga secara keseluruhan untuk peminjam
dapat dikurangi. Pengurangan risiko informasi dapat memiliki efek yang signifikan pada kemampuan peminjam untuk mendapatkan modal dengan biaya yang wajar. Pengertian audit laporan keuangan adalah proses akumulasi dan evaluasi bukti tentang informasi keuangan guna menentukan dan melaporkan pada tingkat korespondensi antara informasi dan kriteria yang telah ditetapkan (Arens, Elder dan Weasley, 2010). contoh proposal skripsi
Proses audit laporan keuangan memerlukan bukti audit sebagai dasar penilaian opini audit. Menurut Mulyadi (2002) bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka maupun informasi lain yang tertera dalam laporan keuangan. Auditor menggunakan bukti audit sebagai dasar yang layak untuk menyatakan opini atas laporan keuangan yang diaudit. Bukti audit dibagi menjadi
dua jenis, yaitu tipe data akuntansi dan informasi penguat (bukti tambahan). Tipe data akuntansi terdiri dari sistem pengendalian internal manajemen klien dan catatan akuntansi klien berupa jurnal, buku besar dan buku pembantu. Informasi penguat terdiri dari bukti fisik dan bukti dokumenter. Bukti fisik yang dimaksud adalah bukti yang diperoleh dari proses inspeksi atau perhitungan aktiva
berwujud. Sedangkan bukti dokumenter adalah pernyataan yang dibuat oleh pihak lain.
Bukti audit ini dikumpulkan oleh staf audit. Pada umumnya, staf audit adalah audit yang berusia 21 hingga 24 tahun, baru saja menyelesaikan pendidikan strata 1 dan belum memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang audit. Kemampuan dan pengalaman staf audit yang belum berkembang ini dapat menjadi kendala selama pengumpulan bukti audit karena umumnya manajemen
klien yang ditemui staf audit adalah sosok yang lebih berpengalaman sehingga keadaan ini membuat staf audit merasa terintimidasi. Selain itu, selisih usia yang signifikan antara staf audit dan manajemen klien membuat komunikasi diantara mereka agak terhambat. Manajemen klien yang berusia lebih tua dibanding staf audit cenderung kurang sabar dengan kinerja staf audit yang belum berpengalaman. Proposal skripsi akuntansi terbaru
Tak jarang, manajemen klien juga merasa terganggu atas interupsi dan pertanyaan yang diajukan staf audit. Manajemen klien merasa bahwa pertanyaan yang diajukan oleh staf audit tersebut merupakan hal mendasar dan sudah seharusnya diketahui oleh staf audit sebagai auditor eksternal. Hal ini membuat manajemen klien menghindari pertemuan dengan staf audit, sesuai dengan survey
yang dilakukan oleh Bennet dan Hatfield pada tahun 2012.
Menurut penelitian psikologi oleh Schlenker tahun 1980 dan Brief tahun 1998 dalam Bennet dan Hatfield (2012), staf audit juga cenderung menghindari keadaan yang tidak menyenangkan atas komunikasi langsung dengan manajemen klien. Contohnya adalah intimidasi manajemen klien. Intimidasi oleh manajemen klien dapat berupa nada bicara yang tinggi, raut muka yang kurang bersahabat dan pernyataan yang dapat menurunkan kepercayaan diri staf audit. Manajemen klien
yang lebih tua dan berpengalaman cenderung meremehkan kemampuan staf audit, sehingga mendorong staf audit untuk mengurangi intensitas interaksi dengan manajemen klien.
Pembatasan interaksi langsung oleh staf audit dengan manajemen klien akan mempengaruhi jumlah dan kualitas bukti audit yang terkumpul. Jika bukti audit yang terkumpul kurang mencerminkan keadaan keuangan perusahaan, maka hal ini akan berpengaruh pada kualitas audit. Singkatnya, staf audit harus mampu menjaga hubungan dengan manajemen klien untuk mendapatkan bukti audit
sehingga opini audit yang dihasilkan dapat mencerminkan keadaan keuangan perusahaan sesungguhnya. Salah satu solusi untuk mengumpulkan bukti audit tanpa bertatap muka
langsung dengan manajemen klien adalah melalui surat elektronik atau e-mail.
Tetapi menurut penelitian Kock (2005) dalam Bennet dan Hatfield (2012), komunikasi melalui elektronik atau media lain dapat meningkatkan resiko kesalahan interpretasi data dan kurang diminati dalam tugas audit yang beresiko tinggi.
Saat bertemu langsung dengan manajemen klien, staf audit akan mendapatkan bukti audit yang diperlukan dan staf audit dapat mengajukan pertanyaan langsung pada manajemen klien terkait bukti audit yang diterima. Hal ini akan meningkatkan kualitas bukti audit.
Penelitian selanjutnya oleh Manly dan Thomas tahun 2009; Reutter tahun 2010; Wilson dan Remer tahun 2010 dalam Bennet dan Hatfield (2012) menunjukkan bahwa perusahaan khawatir akan preferensi staf audit menggunakan komunikasi elektronik dibanding komunikasi langsung dengan tatap muka. Mengacu pada penelitian sebelumnya, penulis ingin mereplika penelitian
dengan perbedaan :
1. Tahun penelitian 2014
2. Lokasi penelitian adalah di Kota Semarang
3. Sampel penelitian adalah staf audit Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Silahkan anda download gratis contoh proposal skripsi akuntansi di sini
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Contoh Proposal Skripsi Akuntansi
Dewasa ini, audit laporan keuangan oleh auditor eksternal memiliki peran penting dalam lingkungan bisnis. Salah satu contoh nyata peran audit laporan keuangan adalah jika kreditur menilai ada risiko informasi yang minim karena laporan keuangan peminjam (manajemen klien) yang diaudit, risiko bank secara substansial berkurang dan tingkat bunga secara keseluruhan untuk peminjam
dapat dikurangi. Pengurangan risiko informasi dapat memiliki efek yang signifikan pada kemampuan peminjam untuk mendapatkan modal dengan biaya yang wajar. Pengertian audit laporan keuangan adalah proses akumulasi dan evaluasi bukti tentang informasi keuangan guna menentukan dan melaporkan pada tingkat korespondensi antara informasi dan kriteria yang telah ditetapkan (Arens, Elder dan Weasley, 2010). contoh proposal skripsi
Proses audit laporan keuangan memerlukan bukti audit sebagai dasar penilaian opini audit. Menurut Mulyadi (2002) bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka maupun informasi lain yang tertera dalam laporan keuangan. Auditor menggunakan bukti audit sebagai dasar yang layak untuk menyatakan opini atas laporan keuangan yang diaudit. Bukti audit dibagi menjadi
dua jenis, yaitu tipe data akuntansi dan informasi penguat (bukti tambahan). Tipe data akuntansi terdiri dari sistem pengendalian internal manajemen klien dan catatan akuntansi klien berupa jurnal, buku besar dan buku pembantu. Informasi penguat terdiri dari bukti fisik dan bukti dokumenter. Bukti fisik yang dimaksud adalah bukti yang diperoleh dari proses inspeksi atau perhitungan aktiva
berwujud. Sedangkan bukti dokumenter adalah pernyataan yang dibuat oleh pihak lain.
Bukti audit ini dikumpulkan oleh staf audit. Pada umumnya, staf audit adalah audit yang berusia 21 hingga 24 tahun, baru saja menyelesaikan pendidikan strata 1 dan belum memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang audit. Kemampuan dan pengalaman staf audit yang belum berkembang ini dapat menjadi kendala selama pengumpulan bukti audit karena umumnya manajemen
klien yang ditemui staf audit adalah sosok yang lebih berpengalaman sehingga keadaan ini membuat staf audit merasa terintimidasi. Selain itu, selisih usia yang signifikan antara staf audit dan manajemen klien membuat komunikasi diantara mereka agak terhambat. Manajemen klien yang berusia lebih tua dibanding staf audit cenderung kurang sabar dengan kinerja staf audit yang belum berpengalaman. Proposal skripsi akuntansi terbaru
Tak jarang, manajemen klien juga merasa terganggu atas interupsi dan pertanyaan yang diajukan staf audit. Manajemen klien merasa bahwa pertanyaan yang diajukan oleh staf audit tersebut merupakan hal mendasar dan sudah seharusnya diketahui oleh staf audit sebagai auditor eksternal. Hal ini membuat manajemen klien menghindari pertemuan dengan staf audit, sesuai dengan survey
yang dilakukan oleh Bennet dan Hatfield pada tahun 2012.
Menurut penelitian psikologi oleh Schlenker tahun 1980 dan Brief tahun 1998 dalam Bennet dan Hatfield (2012), staf audit juga cenderung menghindari keadaan yang tidak menyenangkan atas komunikasi langsung dengan manajemen klien. Contohnya adalah intimidasi manajemen klien. Intimidasi oleh manajemen klien dapat berupa nada bicara yang tinggi, raut muka yang kurang bersahabat dan pernyataan yang dapat menurunkan kepercayaan diri staf audit. Manajemen klien
yang lebih tua dan berpengalaman cenderung meremehkan kemampuan staf audit, sehingga mendorong staf audit untuk mengurangi intensitas interaksi dengan manajemen klien.
Pembatasan interaksi langsung oleh staf audit dengan manajemen klien akan mempengaruhi jumlah dan kualitas bukti audit yang terkumpul. Jika bukti audit yang terkumpul kurang mencerminkan keadaan keuangan perusahaan, maka hal ini akan berpengaruh pada kualitas audit. Singkatnya, staf audit harus mampu menjaga hubungan dengan manajemen klien untuk mendapatkan bukti audit
sehingga opini audit yang dihasilkan dapat mencerminkan keadaan keuangan perusahaan sesungguhnya. Salah satu solusi untuk mengumpulkan bukti audit tanpa bertatap muka
langsung dengan manajemen klien adalah melalui surat elektronik atau e-mail.
Tetapi menurut penelitian Kock (2005) dalam Bennet dan Hatfield (2012), komunikasi melalui elektronik atau media lain dapat meningkatkan resiko kesalahan interpretasi data dan kurang diminati dalam tugas audit yang beresiko tinggi.
Saat bertemu langsung dengan manajemen klien, staf audit akan mendapatkan bukti audit yang diperlukan dan staf audit dapat mengajukan pertanyaan langsung pada manajemen klien terkait bukti audit yang diterima. Hal ini akan meningkatkan kualitas bukti audit.
Penelitian selanjutnya oleh Manly dan Thomas tahun 2009; Reutter tahun 2010; Wilson dan Remer tahun 2010 dalam Bennet dan Hatfield (2012) menunjukkan bahwa perusahaan khawatir akan preferensi staf audit menggunakan komunikasi elektronik dibanding komunikasi langsung dengan tatap muka. Mengacu pada penelitian sebelumnya, penulis ingin mereplika penelitian
dengan perbedaan :
1. Tahun penelitian 2014
2. Lokasi penelitian adalah di Kota Semarang
3. Sampel penelitian adalah staf audit Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Silahkan anda download gratis contoh proposal skripsi akuntansi di sini
PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK ASET BERSEJARAH
PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK ASET BERSEJARAH
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Akuntansi merupakan aktivitas mengolah data sehingga menjadikannya sebuah informasi yang bermanfaat bagi pengguna (user). Informasi tersebut dapat berupa informasi keuangan maupun non keuangan. Berdasarkan aspek teknis, akuntansi didefinisikan sebagai proses pencatatan, pengukuran dan penyampaian-penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijakan (Horngren, 2000). Serangkaian proses pengakuan, penilaian, pencatatan hingga penyajian tiap- tiap transaksi ke dalam laporan keuangan didasarkan pada sebuah standar yang berlaku umum.
Banyak hal diatur dalam standar tersebut salah satunya adalah mengenai aset. Terdapat 3 (tiga) komponen penting dalam persamaan akuntansi, yaitu aset (asset), kewajiban (liability) dan ekuitas (equity). Aset dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dibuat oleh Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) didefinisikan sebagai sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan (IAI, 2007). Proposal Skripsi Akuntansi
Hines (1988 dalam Hooper et al. 2005) menyatakan bahwa akuntansi untuk aset dalam beberapa hal terlihat memiliki kekurangan dibandingkan dengan akuntansi untuk aspek lainnya, mengingat sifat alamiah yang dimiliki oleh masing- masing aset tersebut. Akuntansi untuk aset bersejarah (heritage asset) adalah salah satu isu yang masih diperdebatkan. Hingga saat ini akuntansi untuk aset bersejarah masih menjadi sebuah polemik bagi para ahli, padahal beberapa standar sudah ditetapkan sebagai hasil dari diskusi- diskusi para ahli yang selama ini dilakukan. Aset bersejarah disebut
sebagai aset yang cukup unik karena memiliki beragam cara perolehan, tidak hanya melalui pembangunan namun juga pembelian, donasi, warisan, rampasan, ataupun sitaan. Aset bersejarah tergolong dalam aset tetap karena aset bersejarah memenuhi definisi aset tetap. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) menyatakan bahwa aset tetap merupakan:
Aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Menurut Agustini (2011), aset bersejarah merupakan salah satu aset yang dilindungi oleh negara. Aset tersebut sangat berharga bagi sebuah bangsa karena aset bersejarah merupakan wujud dari budaya, sejarah dan identitas bagi bangsa itu sendiri. Bukan hanya nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari aset tersebut, namun juga nilai- nilai yang terkandung di dalamnya seperti nilai
seni, budaya, sejarah, pendidikan, pengetahuan dan lain- lain yang harus dijaga dan dipelihara kelestariannya. Terdapat banyak sekali definisi yang menjelaskan tentang apa sebenarnya hakikat dari aset bersejarah. Namun hingga saat ini belum ada definisi akuntansi atau definisi hukum mengenai aset bersejarah (heritage asset). Menurut Carnegie dan Wolnizer (1995), aset besejarah bukanlah aset dan akan lebih tepat diklasifikasikan sebagai kewajiban, atau secara alternatif
disebut sebagai fasilitas dan menyajikannya secara terpisah. Berbeda halnya dengan Micallef dan Peirson (1997), mereka berpendapat bahwa aset bersejarah tergolong dalam aset dan dapat dimasukkan dalam neraca. Hal ini tentunya masih menjadi perdebatan bagi para akuntan. Sebelum ada definisi hukum untuk aset bersejarah ini tentu para ahli sulit untuk menentukan bagaimana perlakuan akuntansi yang tepat untuk aset tersebut baik dari segi pengakuan, pengukuran, penilaian, dan penyajiannya. Proposal Skripsi Akuntansi
Aset bersejarah terdiri dari beberapa jenis diantaranya adalah bangunan bersejarah, monumen, situs arkeologi, kawasan konservasi, dan karya seni. Aset bersejarah adalah aset dengan kualitas spesifik yang tidak dapat direplikasi, serta tidak memiliki umur yang terbatas (Aversano dan
Ferrone, 2012). Aversano dan Christiaens (2012) berpendapat bahwa aset bersejarah berbeda dengan aset pada umumnya karena aset tersebut tidak dapat diproduksi ulang, digantikan dan juga tidak memungkinkan kondisinya untuk diperdagangkan. Proposal Skripsi Akuntansi
Perlakuan akuntansi untuk aset bersejarah cenderung bervariasi tergantung pada sifat entitas yang menaunginya dan juga sifat dari aset tersebut. Kedua sifat tersebut tidak dapat dipisahkan karena berkaitan satu sama lain. Menurut Barton (2000), aset bersejarah harus disajikan dalam
anggaran terpisah sebagai “aset layanan”, sedangkan menurut Pallot (1990, 1992) aset bersejarah harus disajikan dalam kategori yang terpisah dari aset sebagai “aset daerah”. Perbedaan tersebut memicu timbulnya kesulitan dalam menentukan satu ukuran atau standar yang tepat guna diaplikasikan bagi entitas yang mengelola aset bersejarah maupun aset itu sendiri.
Selengkapnya terkait contoh proposal skripsi akuntansi terbaru bisa anda download di sini
PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI JUDUL ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Kegiatan operasi bisnis di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Salah satunya berdampak pada meningkatnya aktivitas para investor dalam memantau kinerja perusahaan go public. Oleh karena itu, setiap perusahaan go public diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dan telah dipublikasikan ke masyarakat memiliki manfaat yang sangat penting dalam proses pengukuran dan penilaian kinerja suatu perusahaan bagi pihak yang berkepentingan. Menurut IAI, (2009), tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Namun laporan keuangan tersebut harus disajikan secara akurat dan tepat waktu. Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Informasi pada laporan keuangan tersebut tidak lagi bermanfaat dan kehilangan nilai relevan apabila laporan keuangan tidak disajikan secara akurat dan tepat waktu. Maka, menurut Givolvy dan Palmon (1982), ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan faktor penting bagi kemanfaatan laporan keuangan. Oleh karena itu, informasi harus disampaikan secepat mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta untuk menghindari tertundanya
pengambilan keputusan (Baridwan, 2000). Contoh Proposal Skripsi Akuntansi
Ketepatan waktu (timeliness) pelaporan keuangan merupakan kewajiban bagi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk menyampaikan laporan keuangan secara berkala. Hal ini telah diatur dalam UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Keputusan Ketua Bapepam No.80/PM/1996 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala, sehingga apabila perusahaan – perusahaan go public terlambat mengumumkan atau menyajikan laporan tersebut
kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bapepam, maka akan dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang – undang. Proposal Skripsi Akuntansi
Pada tahun 1996, Bapepam mengeluarkan lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.80/PM/1996, yaitu mewajibkan setiap emiten dan perusahaan publik untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan audit independennya kepada Bapepam selambat – lambatnya 120 hari setelah tanggal laporan tahunan perusahaan (Rahmawati, 2008:1). Bapepam pun memperketat
peraturan sejak 30 September 2003 dengan mengeluarkan lampiran Surat keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-36/PM/2003, menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada Bapepam selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan.
Aturan dan sanksi telah ditetapkan, namun masih terdapat beberapa perusahaan yang melanggar peraturan tersebut. Pada tahun 1974 di Pasar Modal Australia terdapat sekitar 38 perusahaan yang sahamnya dilarang untuk diperdagangkan, karena gagal dalam memberikan laporan keuangan tahunan yang sesuai dengan persyaratan mengenai ketepatan waktu di bursa. Sedangkan di
Indonesia, awal tahun 2013 terkait dengan keterlambatan penyampaian laporan keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan denda kepada empat emiten pada kisaran Rp. 50.000.000,- sampai Rp. 150.000.000,- yang terlambat menyampaikan laporan keuangan periode 30 September 2012. Dalam catatan BEI terdapat tiga emiten yang mendapat peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150.000.000,-, yaitu PT Davomas Abadi,Tbk (DAVO), PT Dayaindo
Resources International,Tbk (KARK), dan PT Buana Listya Tama,Tbk (BULL).
Dalam hal ini ketiga emiten tersebut belum menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas atau tidak diaudit sampai batas waktu yang ditentukan.
Selengkapnya terkait proposal skripsi akuntansi dapat anda download gratis di bawah ini
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Kegiatan operasi bisnis di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Salah satunya berdampak pada meningkatnya aktivitas para investor dalam memantau kinerja perusahaan go public. Oleh karena itu, setiap perusahaan go public diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dan telah dipublikasikan ke masyarakat memiliki manfaat yang sangat penting dalam proses pengukuran dan penilaian kinerja suatu perusahaan bagi pihak yang berkepentingan. Menurut IAI, (2009), tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Namun laporan keuangan tersebut harus disajikan secara akurat dan tepat waktu. Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Informasi pada laporan keuangan tersebut tidak lagi bermanfaat dan kehilangan nilai relevan apabila laporan keuangan tidak disajikan secara akurat dan tepat waktu. Maka, menurut Givolvy dan Palmon (1982), ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan faktor penting bagi kemanfaatan laporan keuangan. Oleh karena itu, informasi harus disampaikan secepat mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta untuk menghindari tertundanya
pengambilan keputusan (Baridwan, 2000). Contoh Proposal Skripsi Akuntansi
Ketepatan waktu (timeliness) pelaporan keuangan merupakan kewajiban bagi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk menyampaikan laporan keuangan secara berkala. Hal ini telah diatur dalam UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Keputusan Ketua Bapepam No.80/PM/1996 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala, sehingga apabila perusahaan – perusahaan go public terlambat mengumumkan atau menyajikan laporan tersebut
kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bapepam, maka akan dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang – undang. Proposal Skripsi Akuntansi
Pada tahun 1996, Bapepam mengeluarkan lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.80/PM/1996, yaitu mewajibkan setiap emiten dan perusahaan publik untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan audit independennya kepada Bapepam selambat – lambatnya 120 hari setelah tanggal laporan tahunan perusahaan (Rahmawati, 2008:1). Bapepam pun memperketat
peraturan sejak 30 September 2003 dengan mengeluarkan lampiran Surat keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-36/PM/2003, menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada Bapepam selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan.
Aturan dan sanksi telah ditetapkan, namun masih terdapat beberapa perusahaan yang melanggar peraturan tersebut. Pada tahun 1974 di Pasar Modal Australia terdapat sekitar 38 perusahaan yang sahamnya dilarang untuk diperdagangkan, karena gagal dalam memberikan laporan keuangan tahunan yang sesuai dengan persyaratan mengenai ketepatan waktu di bursa. Sedangkan di
Indonesia, awal tahun 2013 terkait dengan keterlambatan penyampaian laporan keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan denda kepada empat emiten pada kisaran Rp. 50.000.000,- sampai Rp. 150.000.000,- yang terlambat menyampaikan laporan keuangan periode 30 September 2012. Dalam catatan BEI terdapat tiga emiten yang mendapat peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150.000.000,-, yaitu PT Davomas Abadi,Tbk (DAVO), PT Dayaindo
Resources International,Tbk (KARK), dan PT Buana Listya Tama,Tbk (BULL).
Dalam hal ini ketiga emiten tersebut belum menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas atau tidak diaudit sampai batas waktu yang ditentukan.
Selengkapnya terkait proposal skripsi akuntansi dapat anda download gratis di bawah ini
PROPOSAL SRIPSI AKUNTANSI 2014 PENGARUH AUDITOR INTERNAL TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI JAWA TENGAH
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Globalisasi pasar keuangan yang terjadi saat ini menuntut perusahaan untuk menyajikan pelaporan keuangan yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan pengguna. Dari pelaporan keuangan suatu perusahaan, maka kondisi finansial dan ekonomi perusahaan dapat diketahui. Status ekonomi dan finansial tersebut memiliki peran penting pada corporate governance dan harmonisasi akuntansi (Moyes and Baker, 2009; PwC, 2009). Pelaporan keuangan perusahaan merupakan hasil dari proses akuntansi perusahaan dan sistem pelaporan eksternal yang mengukur dan secara rutin mengungkapkan hasil auditan, data kuantitatif terkait dengan posisi keuangan dan performa perusahaan (Pallisery, 2012). Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Dalam Statement of Financial Accounting Concept No. 8, Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menjelaskan mengenai kerangka kerja konseptual untuk pelaporan keuangan. SFAC No. 8 ini mencakup tujuan dan karakteristik kualitatif pelaporan keuangan, yang sebelumnya dinyatakan dalam SFAC No. 1 dan SFAC No. 2. Tujuan pelaporan keuangan tidak terbatas pada isi
dari laporan keuangan tetapi juga pada media pelaporan lainnya. Cakupan pelaporan keuangan lebih luas dibandingkan dengan laporan keuangan. FASB menyatakan bahwa pelaporan keuangan mencakup tidak hanya laporan keuangan tetapi juga media pelaporan informasi lainnya, yang berkaitan langsung atau tidak langsung, dengan informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi, yaitu informasi tentang sumber-sumber ekonomi, hutang, laba periodik dan lain-lain (dikutip dari Chariri dan Ghozali, 2007). Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Pelaporan keuangan yang baik adalah pelaporan keuangan yang memenuhi tujuan dari pelaporan tersebut. Selain itu karakteristik kualitatif atas pelaporan keuangan yang baik telah ditetapkan dalam SFAC No. 8. Pelaporan keuangan yang baik mencakup pelaporan yang relevan (relevance) dan terpercaya (faithfull representation). Pengungkapan dalam pelaporan keuangan merupakan mekanisme yang paling efisien dan efektif untuk mendorong manajer dalam pengelolaan perusahaan. Manager akan termotivasi untuk mengelola perusahaan lebih baik jika informasi dalam pelaporan keuangan memiliki kualitas yang lebih baik (Lowestein, 1996). Pelaporan keuangan yang berkualitas dapat membantu promosi perusahaan pada pasar modal yang efisien (Pennington, 2001). Informasi yang tersedia pada pelaporan keuangan perusahaan akan digunakan oleh
shareholder, investor, kreditur, dan orang lain yang tertarik pada seluk-beluk perusahaan dengan maksud agar dapat mengenal lebih jauh profil dan kondisi perusahaan (Kripe, 1940). Selain itu, dari pelaporan keuangan maka ada atau tidaknya fraud atau kecurangan dalam operasi perusahaan akan dapat diketahui. Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Menurut DeFond dan Jiambalvo (1991) terdapat tiga faktor untuk mengurangi kesalahan dalam laporan keuangan, baik yang disengaja maupun tidak, pada pelaporan keuangan adalah :
1. Kemungkinan terjadinya kesalahan yang disengaja maupun tidak, akan berkurang oleh pengendalian yang meningkatkan kemungkinan deteksi.
2. Auditing adalah sebuah proses yang penting untuk mengendalikan tindakan manajemen terkait dengan kemungkinan penyimpangan pada pelaporan keuangan.
3. Komite audit adalah elemen penting dari lingkungan pengendalian perusahaan yang dapat mengurangi kemungkinan kesalahan overstatement.
Perpaduan antara ketiga faktor-faktor tersebut akan mengarahkan pada keandalan pelaporan keuangan yang lebih baik.
Selengkapnya terkait contoh proposal skripsi akuntansi ini bisa anda download gratis di sini
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Globalisasi pasar keuangan yang terjadi saat ini menuntut perusahaan untuk menyajikan pelaporan keuangan yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan pengguna. Dari pelaporan keuangan suatu perusahaan, maka kondisi finansial dan ekonomi perusahaan dapat diketahui. Status ekonomi dan finansial tersebut memiliki peran penting pada corporate governance dan harmonisasi akuntansi (Moyes and Baker, 2009; PwC, 2009). Pelaporan keuangan perusahaan merupakan hasil dari proses akuntansi perusahaan dan sistem pelaporan eksternal yang mengukur dan secara rutin mengungkapkan hasil auditan, data kuantitatif terkait dengan posisi keuangan dan performa perusahaan (Pallisery, 2012). Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Dalam Statement of Financial Accounting Concept No. 8, Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menjelaskan mengenai kerangka kerja konseptual untuk pelaporan keuangan. SFAC No. 8 ini mencakup tujuan dan karakteristik kualitatif pelaporan keuangan, yang sebelumnya dinyatakan dalam SFAC No. 1 dan SFAC No. 2. Tujuan pelaporan keuangan tidak terbatas pada isi
dari laporan keuangan tetapi juga pada media pelaporan lainnya. Cakupan pelaporan keuangan lebih luas dibandingkan dengan laporan keuangan. FASB menyatakan bahwa pelaporan keuangan mencakup tidak hanya laporan keuangan tetapi juga media pelaporan informasi lainnya, yang berkaitan langsung atau tidak langsung, dengan informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi, yaitu informasi tentang sumber-sumber ekonomi, hutang, laba periodik dan lain-lain (dikutip dari Chariri dan Ghozali, 2007). Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Pelaporan keuangan yang baik adalah pelaporan keuangan yang memenuhi tujuan dari pelaporan tersebut. Selain itu karakteristik kualitatif atas pelaporan keuangan yang baik telah ditetapkan dalam SFAC No. 8. Pelaporan keuangan yang baik mencakup pelaporan yang relevan (relevance) dan terpercaya (faithfull representation). Pengungkapan dalam pelaporan keuangan merupakan mekanisme yang paling efisien dan efektif untuk mendorong manajer dalam pengelolaan perusahaan. Manager akan termotivasi untuk mengelola perusahaan lebih baik jika informasi dalam pelaporan keuangan memiliki kualitas yang lebih baik (Lowestein, 1996). Pelaporan keuangan yang berkualitas dapat membantu promosi perusahaan pada pasar modal yang efisien (Pennington, 2001). Informasi yang tersedia pada pelaporan keuangan perusahaan akan digunakan oleh
shareholder, investor, kreditur, dan orang lain yang tertarik pada seluk-beluk perusahaan dengan maksud agar dapat mengenal lebih jauh profil dan kondisi perusahaan (Kripe, 1940). Selain itu, dari pelaporan keuangan maka ada atau tidaknya fraud atau kecurangan dalam operasi perusahaan akan dapat diketahui. Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru
Menurut DeFond dan Jiambalvo (1991) terdapat tiga faktor untuk mengurangi kesalahan dalam laporan keuangan, baik yang disengaja maupun tidak, pada pelaporan keuangan adalah :
1. Kemungkinan terjadinya kesalahan yang disengaja maupun tidak, akan berkurang oleh pengendalian yang meningkatkan kemungkinan deteksi.
2. Auditing adalah sebuah proses yang penting untuk mengendalikan tindakan manajemen terkait dengan kemungkinan penyimpangan pada pelaporan keuangan.
3. Komite audit adalah elemen penting dari lingkungan pengendalian perusahaan yang dapat mengurangi kemungkinan kesalahan overstatement.
Perpaduan antara ketiga faktor-faktor tersebut akan mengarahkan pada keandalan pelaporan keuangan yang lebih baik.
Selengkapnya terkait contoh proposal skripsi akuntansi ini bisa anda download gratis di sini
PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI 2014 PENGARUH VOLUNTARY DISCLOSURE DAN REAKSI PASAR MODAL TERHADAP AUDIT VERIFICATION
BAB I
PENDAHULUAN PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI
Dalam bab pendahuluan ini dibahas beberapa alasan yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian mengenai proksi pelaporan keuangan auditan dan voluntary disclosure yang berhubungan dengan verifikasi audit pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Rumusan masalah sebagai fokus utama penelitian, manfaat, dan tujuan penelitian serta sistematika penulisan pun diuraikan dalam bab ini. Berikut penjelasan secara rinci mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, manfaat dan tujuan penelitian serta sistematika penulisan.1.1 Latar Belakang Masalah proposal skripsi akuntansi
Dalam suatu entitas bisnis, aktivitas usaha menjadi perilaku utama dari para pelaku bisnis. Suatu bisnis tidak akan berjalan apabila tidak ada modal yang berperan sebagai roda penggerak. Modal yang diperoleh perusahaan berasal dari pihak yang memiliki kelebihan dana ( investor dan kreditor) yang bermaksud menginvestasikan dana tersebut untuk memperoleh keuntungan dan keamanan
atas investasi di masa depan. Pelaporan keuangan merupakan informasi yang menghubungkan antara pihak penyedia dana dan entitas bisnis. Pelaporan keuangan selain sebagai laporan pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik juga berfungsi sebagai informasi yang digunakan oleh investor, kreditor, dan pihak berkepentingan lain untuk pengambilan keputusan ekonomi.
Berdasarkan informasi keuangan suatu perusahaan, investor dan kreditor menanamkan kekayaan dalam perusahaan yang memproduksi barang dan jasa. proposal skripsi akuntansi
Dana tersebut dikelola oleh perusahaan dengan efisien, efektif, dan ekonomis agar menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Harapan pemegang saham adalah dana yang mereka investasikan dapat memberikan pengembalian yang sesuai dan memadai. Untuk meyakinkan bahwa pihak manajemen perusahaan telah mengelola sumberdaya secara optimal dan pemegang saham akan memperoleh pengembalian yang dikehendaki dengan resiko tertentu maka diperlukan laporan
keuangan yang berkualitas. Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang lengkap meliputi: Neraca, Laporan laba rugi, Laporan perubahan ekuitas, Laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Menurut Abdul Halim (2008), laporan keuangan dikatakan berkualitas bila telah memenuhi kriteria relevansi dan
reabilitas sebagaimana yang dijelaskan dalam standar akuntansi. proposal skripsi akuntansi
Namun demikian, laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen tidak dapat diterima secara langsung tanpa diuji keandalannya. Untuk itu, manajemen perusahaan memerlukan jasa pihak ketiga agar pertanggungjawaban keuangan yang disajikan kepada pihak luar dapat dipercaya, sedangkan pengguna laporan keuangan memerlukan pihak ketiga untuk menguji kualitas laporan keuangan yang disajikan manajemen melalui audit laporan keuangan yang dilaksanakan oleh auditor independen. Setelah auditor melaksanakan serangkaian prosedur jasa audit yang diminta oleh pihak-pihak bersangkutan maka disusunlah laporan audit yang merupakan output dari pelaksanaan audit. Mulyadi (2002) merumuskan laporan audit sebagai media yang yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan masyarakat lingkungannya. Lingkungan yang dimaksudkan adalah pihak-
pihak pengguna laporan keuangan dan calon pengguna laporan keuangan yakni calon investor dan kreditor. Dalam laporan tersebut auditor menyatakan pendapatnya atas kewajaran laporan keuangan auditan perusahaan.
Dalam praktiknya untuk memutuskan informasi apa yang dilaporkan berkaitan dengan penyediaaan informasi yang mumpuni untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan pengguna digolongkan dalam prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle) atau dalam pemahaman lain, APB Statement No. 4 (1973) mengartikan seluruh informasi yang relevan seharusnya disajikan dalam
laporan keuangan dengan pengungkapan yang mudah dipahami. Hal ini yang kemudian dikenal sebagai prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle).
Prinsip pengungkapan penuh mengakui sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan menunjukkan trade-off penilaian. Laporan keuangan dapat disajikan dengan memilah-milah dan menggunakan pertimbangan yang sesuai dengan prinsip pengungkapan penuh agar dapat bermanfaat bagi pengambilan keputusan. contoh proposal skripsi akuntansi
Pengungkapan (disclosure) diartikan sebagai pengadaan informasi- inforamasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara optimal pasar modal yang efisien. Berdasarkan sifatnya, pengungkapan dibagi menjadi 2, yaitu pengungkapan wajib (mandatory disclosure) dan pengungkapan sukarela
(voluntary disclosure). Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan informasi yang berlaku secara wajib yang berisikan informasi-informasi keuangan yang diatur oleh ketentuan dan standar akuntansi yang berlaku. Peraturan mengenai pengungkapan wajib dikeluarkan oleh pemerintah melalui BAPEPAM. Setiap emiten atau perusahaan publik yang terdaftar di bursa efek wajib menyampaikan laporan tahunan dan informasi material lainnya secara berkala kepada BAPEPAM
dan publik. Sedangkan voluntary disclosure adalah pengungkapan yang dilakukan secara sukarela berupa penyampaian informasi yang melebihi syarat minimum dari ketentuan dan standar pelaporan yang berlaku. Pengungkapan ini tidak bersifat mengatur dan mengikat selayaknya pengungkapan wajib sehingga memberikan kebebasan untuk perusahaan dalam memilih jenis informasi yang
ingin diungkapkan yang dipandang relevan untuk membantu proses pengambilan keputusan.
Voluntary disclosure merupakan salah satu cara meningkatkan kredibilitas pelaporan keuangan perusahaan dan untuk membantu investor dalam memahami strategi bisnis perusahaan (Healy dan Palepu, 1993). Pengungkapan manajemen untuk mengungkapkan informasi secara sukarela dipengaruhi oleh faktor biaya dan manfaat. Manajemen akan mengungkapkan informasi secara sukarela jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada biayanya. Biaya pengungkapan
informasi oleh perusahaan dapat digolongkan ke dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung meliputi biaya pengumpulan, biaya pengolahan, biaya pengauditan, dan biaya penyebaran informasi. Sedangkan biaya tidak langsung meliputi biaya ligitasi dan biaya politik.
Selengkapnya terkait proposal skripsi akuntansi terbaru ini silahkan download di sini
Friday, October 3, 2014
CONTOH PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI JUDUL SKRIPSI ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN LAPORAN PERUSAHAAN BERBASIS WEBSITE
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang Proposal skripsi akuntansi
Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat terutama dalam teknologi informasi. Perkembangan dalam bidang teknologi informasi ini telah memberikan efek terhadap perubahan terhadap cara perusahaan melakukan bisnisnya. Perkembangan teknologi informasi khususnya internet dimanfaatkan perusahaan untuk mempermudah semua proses kegiatan perusahaan dalam
menjalankan bisnisnya. Karena pesatnya penggunaan internet dalam dunia bisnis menuntut perusahaan untuk melibatkan penggunaan internet dalam kegiatan bisnisnya. Penggunaan internet dalam kegiatan bisnis perusahaan dapat berupa transaksi yang dilakukan melalui internet baik uang maupun informasi yang dibutuhkan perusahaan. Proposal skripsi akuntansi
Selain sebagai sarana untuk bertransaksi perusahaan, internet dapat juga digunakan untuk menginformasikan laporan nonfinansial maupun finansial perusahaan. Banyak perusahaan telah membangun dan mengembangkan sebuah website untuk menyampaikan informasi, baik informasi keuangan maupun non- keuangan yang berkaitan dengan sumber daya dan kinerja entitas pelaporan (Adi, 2012). Laporan finansial perusahaan yang dilaporkan melalui internet pada umumnya ditampilkan dalam website perusahaan. Internet menawarkan suatu bentuk unik pengungkapan yang menjadi media bagi perusahaan dalam menyediakan informasi kepada masyarakat luas sesegera mungkin (Abdelsalam et al., 2008). Atas dasar itulah muncul suatu media tambahan dalam penyajian laporan perusahaan melalui internet atau website yang biasa dikenal dengan corporate internet reporting (CIR) atau internet financial reporting (IFR) untuk laporan yang lebih spesifik yaitu laporan keuangan yang dipublikasikan melalui internet. Pengungkapan informasi perusahaan yang berbasis website perusahaan merupakan suatu bentuk pengungkapan sukarela yang telah dipraktekkan oleh berbagai perusahaan. Proposal skripsi akuntansi
Pelaporan keuangan di internet bertujuan sebagai media komunikasi terutama untuk investor yang membutuhkan informasi dari laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan bagi investor. Penggunaan internet sebagai media pelaporan akan mempermudah investor dalam menilai kinerja perusahaan dengan melihat website yang dimiliki perusahaan dan membuka laporan keuangan yang
disajikan dalam website perusahaan. Dengan menggunakan internet financial reporting perusahaan dapat menyajikan informasi keuangan dengan biaya yang lebih hemat dan dapat menjangkau para pemakai dengan cakupan geografis yang luas. Penyebarluasan informasi keuangan melalui internet dapat menarik investor dan memberikan image yang baik bagi perusahaan (Lowengard, 1997 dalam
Chariri dan Lestari (2007). Proposal skripsi akuntansi
Beberapa tahun belakangan ini, laporan perusahaan berbasis internet muncul dan berkembang sebagai media yang paling cepat untuk menginformasikan hal- hal yang terkait dengan perusahaan. Hingga tahun 2006, lebih dari 70% perusahaan besar di dunia menerapkan IFR (Kahn, 2006). Pada
bulan Agustus 2000, Securities and Exchange Commission (SEC) membuat pernyataan bahwa semua perusahaan publik direkomendasikan untuk membuat dan memberikan semua informasi legal yang dimandatkan tentang kinerja perusahaan untuk diberikan kepada semua pihak yang berkepentingan di waktu yang sama (Hargyantoro, 2010). Dengan kata lain semua pemegang kepentingan dalam perusahaan seperti kreditor, pemegang saham, analis dan investor harus
memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses informasi di internet. Pernyataan dari SEC ini mendorong lebih banyak perusahaan untuk menggunakan internet sebagai media pelaporannya untuk menghindari diskriminasi informasi.
Namun, perusahaan telah diberi kebebasan dalam menentukan bagaimana dan apa yang harus diungkap (Lai et al., 2009 dalam Hargyantoro 2010). Dalam penerapannya di Indonesia, Bapepam mengeluarkan peraturan melalui Keputusan Ketua Bapepam No.86 Tahun 1996 mengenai keterbukaan informasi yang harus diumumkan kepada publik yang berbunyi :
“Setiap Perusahaan Publik atau Emiten yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif, harus menyampaikan kepada Bapepam dan mengumumkan kepada masyarakat secepat mungkin, paling lambat akhir hari kerja ke-2 (kedua) setelah keputusan atau terdapatnya Informasi atau Fakta Material yang mungkin dapat mempengaruhi nilai Efek perusahaan atau keputusan investasi
pemodal”.
Dengan adanya peraturan tersebut Bapepam berharap dapat mendorong upaya-upaya perusahaan untuk secepatnya mengumumkan kepada masyarakat mengenai informasi atau hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan yang mungkin dapat mempengaruhi efek dan keputusan untuk berinvestasi dalam bursa efek.
Pelaporan keuangan di internet bersifat sukarela. Dengan tidak ada peraturan spesifik yang mengatur tentang pengungkapan IFR, terdapat kesenjangan praktik IFR antar perusahaan. Beberapa perusahaan mengungkapkan hanya sebagian laporan keuangan menggunakan tingkat teknologi yang rendah, sementara perusahaan lain mengungkapkan informasi penuh pada laporan
keuangan menggunakan format yang lain seperti alat-alat multimedia dan analitis.
Tidak adanya aturan yang spesifik ini juga menyebabkan perbedaan kualitas pada laporan yang disampaikan perusahaan dalam websitenya. Kualitas informasi yang disampaikan dalam website masing-masing perusahaan memiliki perbedaan yang akan mempengaruhi keputusan pemakai informasi pada laporan perusahaan.
Selelengkapnyaterkait contoh proposal skripsi bisa anda downlad gratis di bawah ini
PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN R&D TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Akuntansi
Semakin pesatnya perkembangan perekonomian dunia saat ini menyebabkan persaingan bisnis semakin ketat.Agar suatu perusahaan terus bertahan, maka perusahaan tersebut harus mengubah strateginya dari bisnis yang didasarkan pada tenaga kerja (labor based business) menuju bisnis yang
didasarkan pada pengetahuan (knowledge based business), sehingga karakteristikutama perusahaannya menjadi perusahaan berbasis ilmu pengetahuan. Seiringdengan perubahan ekonomi yang berkarakteristik ekonomi berbasis ilmu pengetahuandengan penerapan manajemen pengetahuan (knowledge management), kemakmuran suatu perusahaan akan bergantung pada suatu
penciptaan transformasi dan kapitalisasi dari pengetahuan itu sendiri (Sawarjuwono dalam Adrianty 2012). Proposal Skripsi Akuntansi
Perubahan strategi perusahaan dapat dilihat dari semakin besarnya investasi pada sumber daya manusia (SDM), teknologi informasi, penelitian dan pengembangan (Rn‟D) sebagai upaya pencapaian sustainable competitive advantage atau daya saing yang berkelanjutan (Dedeng, 2010). Pencapaian daya saing yang berkelanjutan merupakan upaya dalam meningkatkan nilai ekonomis
sumber daya yang dihasilkan melalui pengelolaan asset tidak berwujud atau “intellectual Capital” (Ramirez, dalam Amrulloh 2011). Proposal Skripsi Akuntansi
Menurut Firer& Williams (2003)intellectual Capital (IC) adalah informasi dan pengetahuan yang diaplikasikandalam pekerjaan atau proses bisnis untuk menciptakan nilai.Pada penerapannya, IC menggabungkan unsur pengetahuan,teknologi, dan informasi (Romli, 2002).Pada sistem menajemen yang berbasis pengetahuan, modal yang berbasis pada pengetahuan dan teknologi
lebih diutamakan dibandingkan modal konvensional seperti sumber daya alam, sumber daya keuangan dan aktiva fisik lainnya. Dengan sistem manajemen berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi maka sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara efisien dan ekonomis sehingga dapat menciptakan keunggulanakan kompetitif (Rupert dalam Sawarjuwono, 2003).
Pengungkapan modal intelektual ini belum dilakukan oleh semua perusahaan, hal itu dikarenakan modal intelektual lebih banyak memiliki kandungan aktiva tidak berwujud (intangible asset) sehingga menimbulkan kesulitan untuk melakukan pengelolaan, pengukuran dan pelaporannya (Nugroho, 2012).Lebih lanjut, Gutrie (dalam Widjarnako 2006) menyatakan bahwa
pelaporan dan pengungkapan modal intelektual saat ini baru dilakukan oleh beberapa perusahaan saja, termasuk pada perusahaan manufaktur. Proposal Skripsi Akuntansi
Menurut Sawarjuwono (2003) implementasi modal intelektual merupakan sesuatu yang masih baru dilingkungan bisnis global tidak terkecuali bagiIndonesia, hanya beberapa negara maju saja yang telah mulai menerapkan konsep ini, seperti Australia, Amerika dan negara-negara Skandinavia. Pada umumnya kalangan bisnis masih belum mengetahui secara pasti mengenai nilai lebih apa yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai lebih perusahaan itu sendiri dapat bersumber dari kemampuan berproduksi suatu perusahaan sampai pada loyalitas pelanggan terhadap perusahaan.Nilai lebih ini dihasilkan oleh modal intelektual yang dapat diperoleh melalui pengembangan perusahaan maupun kemampuan perusahaan dalam memotivasi karyawannya sehingga produktivitas perusahaan
dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.
Whiteet.al. (2007) menyatakan bahwa secara internasional, beberapa negara telah mengatur mengenai pelaporan modal intelektual. diantaranya yaitu:
1. Undang-undang di Austrialia mengenai pelaporan modal intelektual oleh semua Universitas negeri;
2. Peraturan di Inggris mengenai laporan pelaksanaan operasi dan keuangan, telah dicabut pada awal 2006 dan sekarang hanya mengenai “business review” .(Departemen Perdagangan dan industri, 2006); dan3. Undang-undang di Perancis yaitu Nouvelles Re´gulations E ´conomiques
untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang tinggi.
Selengkapnya terkait proposal skripsi akuntansi ini bisa anda download gratis di link ini
Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru 2014 Judul Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris, dan Proporsi Komisaris Independen Terhadap Kinerja Keuangan dengan Manajemen Laba Sebagai Variabel Intervening
Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru 2014 Judul Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris, dan Proporsi Komisaris Independen Terhadap Kinerja Keuangan dengan Manajemen Laba Sebagai Variabel Intervening
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Proposal Skripsi Akuntansi
Dalam beberapa dekade ini, Corporate governance telah menjadi topik yang menarik untuk ditelaah lebih jauh. Sejak terjadinya krisis di Asia tahun 1997, yang diperkirakan akibat lemahnya penerapan prinsip good corporate governance. Kajian terkait corporate governance semakin meningkat seiring
dengan terbukanya skandal keuangan berskala besar. Yang paling mudah untuk diingat adalah kasus Enron. Skandal mulai terungkap ketika pada awal 2002 perhitungan atas total revenue Enron di tahun 2000 yang sebelumnya berjumlah 100,8 milyar USD menjadi hanya sembilan milyar USD.
Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa kasus terkait good corporate governance. Pertama, kasus Lippo Bank, Lippo Bank menerbitkan 3 versi laporan keuangan yang semuanya berbeda. Versi laporan keuangan tersebut ditujukan untuk pihak-pihak yang berbeda, yaitu laporan keuangan yang dilaporkan kepada Bapepam, laporan keuangan yang dipublikasikan kepada media massa, dan
laporan keuangan yang disampaikan kepada akuntan publik. Berikutnya adalah yang dialami oleh Kimia Farma, Kimia Farma melakukan mark up laporankeuangan, yaitu menggelembungkan laba sebesar Rp 33 milyar. Kasus ini menyeret KAP yang mengaudit perusahaan ini meskipun KAP ini yang berinisiatif melaporkan adanya overstated itu. Proposal Skripsi Akuntansi
Fenomena manajemen laba merupakan topik yang selama beberapa dekade terakhir ini sering muncul, baik dalam dunia akademik maupun bisnis. Penelitian telah menunjukkan bahwa manajemen laba semakin luas dan hampir ada dalam setiap pelaporan keuangan yang dilaporkan oleh perusahaan. Karena manajemen laba telah menjadi budaya perusahaan di seluruh dunia. Tidak hanya di negara dengan sistem bisnis yang sudah tertata, namun juga terdapat di negara dengan
sistem bisnis yang sudah tertata, seperti halnya Amerika Serikat. Manajemen labaini merupakan suatu permasalahan yang serius, karena rekayasa manajerial ini bisa merusak tatanan ekonomi, etika dan moral. Rekayasa manajerial menyebabkan publik meragukan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Proposal Skripsi Akuntansi
Praktek manajemen laba terjadi di hampir semua perusahaan. Hal ini didasari oleh oleh macam-macam motivasi yang melatarbelakangi. Manajemenlaba dilakukan berdasarkan tiga motivasi (Watts dan Zimmerman, 1986).
1. Motivasi rencana bonus (bonus plan) Proposal Skripsi Akuntansi
Motivasi rencana bonus (bonus plan) yaitu pemilihan metode akuntansiuntuk menaikkan laba perusahaan. Jika besar bonus yang didapatkan manajerdidasarkan pada laba perusahaan, maka manajer akan memilih metode akuntansiyang dapat menaikkan laba perusahaan.
2. Motivasi perjanjian hutang (debt covenant) Proposal Skripsi Akuntansi
Bahwa pada perusahaan yang mempunyai rasio debt to equity besar makamanajer perusahaan tersebut cenderung untuk menggunakan metode akuntansiyang akan meningkatkan laba perusahaan.
3. Motivasi biaya politik (political cost) Proposal Skripsi Akuntansi
Motivasi biaya politik (political cost) menyatakan bahwa perusahaan yangmempunyai biaya politis maka akan menurunkan laba yang bertujuan untukmeminimalkan biaya politik yang harus ditanggung oleh perusahaan. Selain itu,manajemen laba bisa digunakan untuk mengatasi persaingan dengan perusahaanasing yang menyebabkan perusahaan memilih kebijakan akuntansi yang
menurunkan laba, sehingga terlihat bahwa perusahaan tersebut mengalamipenurunan laba sebagai akibat persaingan dengan perusahaan asing.
Selengkapnya terkait Contoh Proposal AKuntansi Terbaru bisa di download gratis di sini
PROPOSAL SKRIPSI AKUNTANSI ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH MURNI DENGAN BANK SYARIAH CAMPURAN PADA TAHUN 2011 DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL : Studi Kasus Pada Bank Syariah Diseluruh Dunia
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Proposal Skripsi Akuntansi
Industri perbankan memegang peran penting dalam sistem perekonomian suatu negara. Peran penting tersebut sebagai penunjang perekonomian nasional. Buruknya kondisi perbankan bisa berdampak buruk pula pada perekonomian secara keseluruhan. Upaya memperkuat sektor perbankan nasional dan meningkatkan kinerja perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat perekonomian nasional.(Usahawan Indonesia, No.6 TH XXXV Edisi Juni, 2006). Proposal Skripsi Pramono dan Syafitri (dalam Arfira, 2010: 01) mengemukakan bahwa kestabilan perekonomian di suatu negara ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah sektor perbankan. Sektor perbankan
merupakan jantung dalam sistem perekonomian sebuah negara dan sebagai alat dalam pelaksanaan kebijakan moneter pemerintah.
Menurut Sinungan (1993) Bank merupakan sendi kemajuan masyarakat di suatu negara. Bahkan dalam kehidupan yang serba modern seperti sekarang ini, sebagian besar masyarakat melibatkan jasa-jasa dari sektor perbankan. Hal demikian dapat dilihat dari sektor perbankan yang memiliki fungsi sebagai lembaga perantara. Hal demikian kiranya dapat dipahami karena sektor perbankan mengemban suatu fungsi utama sebagai perantara keuangan antara unit-unit ekonomi masyarakat yang surplus dana dengan unit-unit ekonomi yang defisit dana. Proposal Skripsi Akuntansi
Bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Jenis bank di dunia dibedakan menjadi dua, dibedakan berdasarkan sistem yang digunakan, yaitu :
1. Bank yang berdasarkan sistem konvensional,
2. Bank yang berdasarkan sistem syariah.
Kedua jenis bank tersebut memiliki beberapa perbedaan dan persamaan tersendiri. Menurut Hamdan dan Wijaya (2005) bahwa perbedaan kedua sistem dapat dilihat dari sisi penghimpunan dan penyaluran dana. Dari sisi penghimpunan dana kedua sistem perbankan ini bertujuan untuk memobilisasi dana masyarakat. Namun dalam sistem syariah dimaksudkan untuk memobilisasi dana masyarakat yang belum tersentuh oleh perbankan konvensional, karena adanya masalah bunga.
Dalam pembiayaan atau penyaluran dana, sistem perbankan konvensional menekankan pada hubungan antara debitur dan kreditur, sedangkan sistem syariah lebih menekankan pada prinsip keleluasaan dalam akad kredit dan kemitraan. Selain itu ada perbedaan yang menyangkut aspek hukum, struktur organisasi, usaha yang dibiayai, dan lingkungan kerja. Persamaan kedua sistem tersebut terletak pada teknis penerimaan uang, mekanisme transfer, teknologi komputer, syarat-syarat umum untuk memperoleh kredit, misalnya KTP, NPWP, proposal, laporan keuangan dan lainnya (Antonio, 2001). Proposal Skripsi Akuntansi
Perbankan Syariah Pertama di dunia muncul di Mesir dengan Nama Myth Ghamr. Pemimpin perintis usaha ini adalah Ahmad El Najjar, mengambil bentuk sebuah bank simpan pinjam yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di Kota Myth Ghamr pada tahun 1963. Karena gejolak politik saat itu, operasional Bank Myth Ghamr hanya bertahan hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 Bank dengan konsep serupa di Mesir (Fakhrurrazy, 2009).
Pada tingkat internasional, berdirilah Islamic Development Bank (IDB) pada tahun 1974 yang disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Tujuan utamanya adalah untuk menyediakan dana bagi proyek pembangunan di negara- negara anggotanya. IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara anggotanya, dan secara eksplisit menyatakan diri berdasarkan nilai-nilai syariah (Fakhrurrazy, 2009).
Selengkapnya terkait Contoh Proposal Skripsi ini bisa anda download gratis di sini
Thursday, October 2, 2014
PROPOSAL SKRIPSI MANAJEMEN ANALISIS GOVERNANCE STRUCTURE, GOVERNANCE PROCESS, DAN GOVERNANCE OUTCOME TERHADAP OPERATIONAL RISK DI PERBANKAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH PROPOSAL SKRIPSI MANAJEMEN
Era globalisasi sekarang ini, jelas mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di Industri Perbankan. Berkembangnya industri perbankan juga didorong oleh perkembangan ekonomi masyarakat Indonesia yang sampai saat ini mengalami peningkatan ekonomi. hal ini juga mendorong pihak Bank Sentral dan Pemerintah untuk mengeluarkan peraturan baru untuk menunjang perkembangan perbankan di Indonesia, salah satunya PBI no: 15/15/DPNP yangmengatur tentang Good Corporate governance atau GCG dan Pengelolaan manajemen risiko. Proposal Skripsi Manajemen
Good Corporate Governance atau GCG merupakan prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam
memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholder khususnya, dan stakeholders
pada umumnya. Tentu dengan pengertian diatas lebih mengatur kewenangan direktur, manajer, pemegang saham dan pihak lain yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan. Dengan peraturan terbaru, Good Corporate Governance atau GCG tidak hanya lebih ditekankan pada aspek structure, sekaligus juga aspek process dan outcome. Governance process merupakan cara
atau mekanisme yang dilakukan oleh organ perusahaan dan jajaran dibawahnya dalam melakukan fungsi dan tugasnya untuk mewujudkan komitmen dan structure governance sehingga dapat dicapai governance outcome yang sesuai dengan asas Good Corporate Governance. Sedangkan governance outcome digunakan untuk menilai kualitas outcome yang memenuhi harapan stakeholders
bank yang merupakan hasil proses pelaksanaan prinsip GCG yang didukung oleh kecukupan struktur dan infrastruktur tata kelola Bank. Penerapan Good Corporate Governance jelas sangat penting untuk saat ini mengingat sekarang regulasi Bank Indonesia yang terbaru tentang penilaian
kesehatan bank pada PBI No. 13/1/PBI/2011 yang dimana Manajemen Bank perlu memperhatikan prinsip–prinsip umum yang digunakan sebagai landasan dalam menilai tingkat kesehatan bank: Berorientasi pada risiko, proporsionalitas, materialitas dan signifikansi, serta komprehensif dan struktur. Landasan yang dimaksud dengan penilaian kesehatan bank lebih kita kenal dengan metode
RGEC, yang merupakan singkatan dari Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning dan Capital. Proposal Skripsi Manajemen
Dengan masuknya Good Corporate Governance/GCG kedalam tingkat penilaian kesehatan bank membuat elemen ini menjadi hal yang sangat mempengaruhi kinerja bank. Dengan regulasi yang ketat mengenai Good Corporate Governance juga dinilai dari banyaknya kasus–kasus
perbankan yang menyalahgunakan sistem Corporate Governance dalam kegiatan operasionalnya. Kasus yang sempat mencuat yaitu kasus Bank Century yang pada bulan November 2008 diselamatkan pemerintah. Selain karena kalah kliring, diduga ada oknum Bank Century dari pihak manajemen dan pemilik yang melakukan pemalsuan dan penggelapan dana nasabah. Dalam kasus tersebut kegiatan Corporate Governance dalam Bank Century jelas tidak berjalan baik, terutama dalam governance process yang mengakibatkan penyelewengan beberapa oknum yang merugikan pihak bank, terutama merugikan para Stakeholders dan Shareholders. Kejadian tersebut membuat masyarakat berpikir ulang untuk menginvestasikan uangnya pada bank. Masih banyak kasus tentang Corporate Governance yang pernah terkuak dan pihak bank sentral pun mulai mengambil tindakan agar tidak terulang hal tersebut, salah satunya dengan membuat peraturan. Proposal Skripsi Manajemen
Seperti yang diketahui bahwa Good Corporate Governance/GCG merupakan elemen penting dalam operasional bank dalam melakukan penilaian sendiri (self assesment) untuk analisis tingkat kesehatan bank. Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran 15/15/DPNP yang disebutkan bank wajib melakukan penilaian sendiri (self assesment) atas tingkat kesehatan bank dengan pendekatan
risiko (RBBR), baik secara individual maupun secara konsolidasi. Hal tersebut dilakukan paling kurang tiap semester untuk posisi akhir bulan juni dan desember.
Hal tersebut jika diukur berdasarkan prinsip penilaian umum corporate governance. Sedangkan untuk mendapat hasil penilaian umum, bank dapat melakukan penilaian terhadap sistem Good Corporate Governance (GCG) yang dikenal 3 (tiga) aspek governance yaitu governance structure, governance process, dan governance outcome, yang merupakan suatu proses yang berkesinambungan dalam pelaksanaannya.
SELENGKAPNYA TERKAIT PROPOSAL SKRIPSI MANAJEMEN JUDUL ANALISIS GOVERNANCE STRUCTURE, GOVERNANCE PROCESS, DAN GOVERNANCE OUTCOME TERHADAP OPERATIONAL RISK DI PERBANKAN SILAHKAN DOWNLOAD GRATIS DI SINI
PROPOSAL SKRPSI TERBARU 2014 JUDUL STUDI BRAND AWARENESS PADA PRODUK BINTANG TOEDJOE MASUK ANGIN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Manajemen Terbaru
Jamu merupakan warisan budaya Bangsa Indonesia yang diwariskan secara turun temurun dan dari generasi ke generasi. Meski zaman makin modern, konsumsi jamu di kalangan masyarakat Indonesia tak surut. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2010, lebih dari separuh atau sekitar 55,3 persen penduduk Indonesia mengonsumsi jamu dan 95 persennya menyatakan jamubermanfaat untuk kesehatan.
Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri jamu dalam negeri. Pelaku industri jamu meminta produk mereka dipakai sebagai instrumen kesehatan oleh para dokter. Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Charles Saerang mengatakan kapsul temulawak dan jahe bisa mempelopori penggunaan jamu sebagai solusi untuk tindakan promotif-preventif. “Apalagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional [JKN] ini kan jumlahnya banyak sehingga seorang dokter bisa melayani banyak pasien. Di sisi lain pemerintah perlu mengantisipasinya termasuk soal biaya pengobatan yang murah,” katanya, seusai menjadi pembicara Kuliah Umum Kewirausahaan di Universitas Maranatha, Bandung, Sabtu (30/11/2013).
Hasil riset saintifikasi jamu juga menunjukkan bahwa jamu juga bermanfaat dalam pengobatan penyakit degeneratif dan paliatif secara bermakna, antara lain untuk menurunkan asam urat dan tekanan darah. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar Kemeterian Kesehatan, Kemenko Kesra, dan Kementerian BUMN memprakarsai penggunaan jamu sebagai minuman kesehatan nasional.
“Saya yakin kalau ini dilakukan akan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi ketergantunggan terhadap impor,” ujarnya. Agar jamu bisa dijadikan minuman kesehatan nasional, pihaknya akan menggandeng Kemenristek dan Kemenkes untuk duduk bersama membahas hal tersebut di bawah koordinasi Menko Kesra. Alasan perlunya mengajak Kemenristek terkait upaya peningkatan hasil penelitian terhadap manfaat obat tradisional, termasuk jamu sebagai pilihan
untuk pengobatan dan untuk menjaga kebugaran bagi masyarakat. Terlebih berbagai negara seperti China, Korea, India dan Thailand sudah sangat maju dalam pengembangan obat tradisional, berkat dukungan dan komitmen pemerintah yang kuat. Proposal Skripsi Manajemen Terbaru
Pada perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif, menuntut pelaku usaha untuk lebih berinovasi dan kreatif dalam mengkomunikasikan produknya ke benak konsumen agar tercipta suatu kesadaran akan merek.
Komunikasi pemasaran merupakan aspek yang sangat penting dalam pemasaran karena segala aspek pemasaran bisa berinteraksi dengan baik jika proses komunikasi yang ada di dalamnya berjalan secara efektif. Proposal Skripsi Manajemen Terbaru
Untuk dapat bersaing dengan produk lain perusahaan dituntut dapat menempatkan produknya di benak konsumen. Positioning produk harus memberi arti penting bagi konsumen. Positioning dimaksudkan agar dapat menciptakan gambaran mengenai produk yang akan selalu diingat oleh konsumen dalam hal kualitas serta dapat menciptakan keinginan konsumen untuk tetap mengkonsumsi produk tanpa beralih ke produk lain. Posisi produk erat kaitannya dengan dengan
kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan faktor penentu kelangsungan hidup produk dan perusahaan. Dalam upaya memposisikan produknya perusahaan sering melakukan promosi terutama menjalin hubungan komunikasi dengan konsumen sehingga produknya dikenal luas oleh konsumen.Proposal Skripsi Manajemen Terbaru
"PROPOSAL SKRPSI TERBARU 2014 JUDUL STUDI BRAND AWARENESS PADA PRODUK BINTANG TOEDJOE MASUK ANGIN"
Perusahaan yang selain harus menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Perusahaan juga harus bisa mengkomunikasikan produknya kepada calon konsumen atau pasar sasarannya, karena bagaimanapun bagusnya suatu produk kalau konsumen tidak mengetahui keberadaanya di pasar maka konsumen tidak akan menghargai atau berminatterhadap produk tersebut (Riyanto, 2008). Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menyampaikan informasi tentang produknya kepada pasar sasarannya.
Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan "suara" perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.
Selengkapnya terkait proposal skripsi manajemen bisa anda download gratis di sini
PROPOSAL SKRIPSI MANAJEMEN TERBARU ANALISIS PENGARUH ORIENTASI PASAR, ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, DAN DAYA SAING TERHADAP KINERJA PEMASARAN INDUSTRI KNALPOT
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Manajemen
Knalpot adalah saluran untuk membuang sisa hasil pembakaran pada mesin pembakaran dalam, umumnya terdapat pada kendaraan bermotor. Knalpot juga berfungsi untuk meredam bunyi pada saat proses pembakaran dan menyalurkan gas hasil pembakaran ke tempat yang lebih aman bagi pengguna kendaraan. Knalpot orisinal adalah knalpot hasil produksi pabrik yang memang
diproduksi sebagai suku cadang asli kendaraan bermotor yang dipasarkan, sedangkan knalpot non-orisinal adalah knalpot yang diproduksi diluar dari pabrik yang khusus memproduksi knalpot untuk kendaraan yang dipasarkan. Knalpot non-orisinal biasanya diproduksi secara manual dengan menggunakan tenaga tangan secara langsung. Knalpot merupakan suku cadang yang penting, sehingga permintaan akan knalpot selalu ada. Permintaan yang selalu ada ini membuat munculnya banyak produsen baru yang melihat potensi yang bagus dalam industri knalpot. Setiap produsen harus mampu menjalankan usahanya dengan baik agar dapat masuk dan bertahan dalam industri knalpot ini. Proposal skripsi manajemen terbaru
Pemasaran harus mengutamakan kebutuhan dan keinginan konsumen serta pendistribusian barang secara efektif dan efisien. Pemasaran menurut William J. Stanton (1984) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Konsep kinerja pemasaran menyatakan volume penjualan yang menguntungkan memang menjadi tujuannya, tetapi laba yang didapat dari volume penjualan itu harus diperoleh melalui kepuasan konsumen (Kotler, 2002). Kinerja pemasaran yang baik dapat dicapai bila perusahaan bergantung pada dua kapabilitas yaitu orientasi pasar dan
orientasi kewirausahaan serta bagaimana kapabilitas ini berkaitan dengan kinerja pemasaran suatu perusahaan. Kapabilitas adalah kebiasaan sehari - hari yang menentukan efisiensi perusahaan dalam merubah input menjadi output.
Konsep dari orientasi pasar terdiri dari: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi. Konsep-konsep ini menggambarkan suatu strategi pemasaran dengan memfokuskan perhatiannya bukan hanya pada satu sisi orientasi saja tetapi selalu menyeimbangkan antara orientasi pelanggan dan orientasi pesaing. Dua konsep ini diperlukan untuk menciptakan kepuasan
pelanggan dan memperoleh kinerja perusahaan yang lebih baik (Kotler dan Armstrong, 2004). Orientasi pelanggan adalah pemahaman yang cukup terhadap pembeli sasaran, orientasi pesaing adalah memahami kekuatan dan kelemahan saat ini maupun kapabilitas dan strategi jangka panjang pesaing-pesaing yang ada serta pesaing-pesaing potensial, dan koordinasi antarfungsi adalah koordinasi antar semua bagian yang ada di dalam organisasi. Konsep orientasi kewirausahaan
terdiri dari: proaktif terhadap kesempatan pasar, toleransi terhadap resiko, dan menerima terhadap inovasi (Matsuno, 2002). Pentingnya menjadi proaktif terhadap kesempatan-kesempatan baru, bukan hanya selangkah di depan pesaing tapi juga selangkah memahami keinginan konsumen (Slater dan Narver, 1994). Proposal skripsi Manajemen
Dua kapabilitas tersebut dapat mempengaruhi daya saing yang dimiliki perusahaan. Daya saing merupakan kemampuan perusahaan untuk memperkuat posisinya dalam menghadapi pesaing hingga mampu bertahan bahkan menang dalam persaingan pasar.
Penelitian ini membahas pengaruh orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan pada kinerja pemasaran suatu perusahaan guna meningkatkan daya saing perusahaan. Penelitian ini dilakukanpada industri pembuatan knalpot di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, di mana orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan masih jarang di lakukan sehingga menimbulkan masalah
persaingan antar perusahaan produksi knalpot dalam hal pemasaran. Kabupaten Purbalingga memiliki banyak perusahaan produksi knalpot yang beragam dari produsen skala kecil hingga produsen skala lebih besar. Mereka dibedakan berdasarkan jumlah pekerja yang dimiliki setiap produsen karena produksi knalpot di Kabupaten Purbalingga tidak menggunakan teknologi mesin pembuat knalpot tetapi menggunakan tangan secara manual sehingga jumlah produksi tergantung
pada jumlah pekerja yang di miliki setiap perusahaan. Jadi jumlah pekerja menjadi salah satu faktor yang menentukan kekuatan dalam memenuhi permintaan pasar.
Selengkapnya terkait proposa skripsi terbaru tahun 2014 ini dapat anda download gratis di sini
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Manajemen
Knalpot adalah saluran untuk membuang sisa hasil pembakaran pada mesin pembakaran dalam, umumnya terdapat pada kendaraan bermotor. Knalpot juga berfungsi untuk meredam bunyi pada saat proses pembakaran dan menyalurkan gas hasil pembakaran ke tempat yang lebih aman bagi pengguna kendaraan. Knalpot orisinal adalah knalpot hasil produksi pabrik yang memang
diproduksi sebagai suku cadang asli kendaraan bermotor yang dipasarkan, sedangkan knalpot non-orisinal adalah knalpot yang diproduksi diluar dari pabrik yang khusus memproduksi knalpot untuk kendaraan yang dipasarkan. Knalpot non-orisinal biasanya diproduksi secara manual dengan menggunakan tenaga tangan secara langsung. Knalpot merupakan suku cadang yang penting, sehingga permintaan akan knalpot selalu ada. Permintaan yang selalu ada ini membuat munculnya banyak produsen baru yang melihat potensi yang bagus dalam industri knalpot. Setiap produsen harus mampu menjalankan usahanya dengan baik agar dapat masuk dan bertahan dalam industri knalpot ini. Proposal skripsi manajemen terbaru
Pemasaran harus mengutamakan kebutuhan dan keinginan konsumen serta pendistribusian barang secara efektif dan efisien. Pemasaran menurut William J. Stanton (1984) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Konsep kinerja pemasaran menyatakan volume penjualan yang menguntungkan memang menjadi tujuannya, tetapi laba yang didapat dari volume penjualan itu harus diperoleh melalui kepuasan konsumen (Kotler, 2002). Kinerja pemasaran yang baik dapat dicapai bila perusahaan bergantung pada dua kapabilitas yaitu orientasi pasar dan
orientasi kewirausahaan serta bagaimana kapabilitas ini berkaitan dengan kinerja pemasaran suatu perusahaan. Kapabilitas adalah kebiasaan sehari - hari yang menentukan efisiensi perusahaan dalam merubah input menjadi output.
Konsep dari orientasi pasar terdiri dari: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi. Konsep-konsep ini menggambarkan suatu strategi pemasaran dengan memfokuskan perhatiannya bukan hanya pada satu sisi orientasi saja tetapi selalu menyeimbangkan antara orientasi pelanggan dan orientasi pesaing. Dua konsep ini diperlukan untuk menciptakan kepuasan
pelanggan dan memperoleh kinerja perusahaan yang lebih baik (Kotler dan Armstrong, 2004). Orientasi pelanggan adalah pemahaman yang cukup terhadap pembeli sasaran, orientasi pesaing adalah memahami kekuatan dan kelemahan saat ini maupun kapabilitas dan strategi jangka panjang pesaing-pesaing yang ada serta pesaing-pesaing potensial, dan koordinasi antarfungsi adalah koordinasi antar semua bagian yang ada di dalam organisasi. Konsep orientasi kewirausahaan
terdiri dari: proaktif terhadap kesempatan pasar, toleransi terhadap resiko, dan menerima terhadap inovasi (Matsuno, 2002). Pentingnya menjadi proaktif terhadap kesempatan-kesempatan baru, bukan hanya selangkah di depan pesaing tapi juga selangkah memahami keinginan konsumen (Slater dan Narver, 1994). Proposal skripsi Manajemen
Dua kapabilitas tersebut dapat mempengaruhi daya saing yang dimiliki perusahaan. Daya saing merupakan kemampuan perusahaan untuk memperkuat posisinya dalam menghadapi pesaing hingga mampu bertahan bahkan menang dalam persaingan pasar.
Penelitian ini membahas pengaruh orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan pada kinerja pemasaran suatu perusahaan guna meningkatkan daya saing perusahaan. Penelitian ini dilakukanpada industri pembuatan knalpot di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, di mana orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan masih jarang di lakukan sehingga menimbulkan masalah
persaingan antar perusahaan produksi knalpot dalam hal pemasaran. Kabupaten Purbalingga memiliki banyak perusahaan produksi knalpot yang beragam dari produsen skala kecil hingga produsen skala lebih besar. Mereka dibedakan berdasarkan jumlah pekerja yang dimiliki setiap produsen karena produksi knalpot di Kabupaten Purbalingga tidak menggunakan teknologi mesin pembuat knalpot tetapi menggunakan tangan secara manual sehingga jumlah produksi tergantung
pada jumlah pekerja yang di miliki setiap perusahaan. Jadi jumlah pekerja menjadi salah satu faktor yang menentukan kekuatan dalam memenuhi permintaan pasar.
Selengkapnya terkait proposa skripsi terbaru tahun 2014 ini dapat anda download gratis di sini
Wednesday, October 1, 2014
PROPOSAL SKRIPSI MANAJEMEN ANALISIS PENGARUH KESADARAN MEREK, PERSEPSI KUALITAS, LOYALITAS MEREK, DAN CITRA MEREK TERHADAP EKUITAS MEREK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Manajemen
Seiring perkembangan zaman saat ini, kebutuhan manusia terus-menerus meningkat, sesuai dengan sifat manusia yang tidak pernah puas akan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Diikuti juga dengan pertumbuhan dan lahirnya perusahaan- perusahaan baru, hal tersebut menimbulkan persaingan antarperusahaan semakin ketat. Sehingga perusahaan harus dapat mempertahankan usahanya dalam
pencapaian tujuan, yaitu memperoleh keuntungan dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan mengenali apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
Subekti (2010) membuktikan bahwa di pasar yang serba kompetitif seperti sekarang ini, merek mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Apalagi pemasaran di masa yang akan datang lebih menjadi persaingan antarmerek, yaitu persaingan untuk merebut konsumen melalui merek.
Selain itu merek bukan hanya dianggap sebagai sebuah nama, logo atau simbol. Lebih dari itu merek merupakan nilai yang ditawarkan sebuah produk bagi konsumen yang memakainya.
Definisi merek menurut American Marketing Association adalah nama, istilah, tanda, lambang, desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang dan jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari para pesaing. Maka merek adalah produk atau jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa
cara dari produk dan jasa lainnya dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan yang sama (Kotler dan Keller, 2009).
Proposal Skripsi Manajemen- Konsumen memandang merek sebagai bagian penting dari sebuah produk, dan pemberian merek dapat menambah nilai produk tersebut (Kotler dan Armstrong, 1997). Konsumen mengevaluasi merek melalui cara yang berbeda dengan melihat peranan merek yaitu bagaimana sebuah merek dari produk atau jasa memberikan kepuasan kepada konsumen berdasarkan pengalaman masa lalunya dan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian konsumen dapat memberikan apresiasi atau penilaian akan sebuah merek produk atau jasa yang
dipilihnya.
Menurut Tjiptono (2006) merek dalam konteks jasa seringkali dianggap sebagai sebuah janji. Merek merupakan janji akan bendel atribut-atribut yang dibeli seseorang, atribut tersebut berupa riil, rasional atau emosiaonal, dan tangible atau invisible. Bila dalam produk fisik (barang-barang yang dikemas), produk merupakan merek primer (primary brand), maka pada jasa perusahaan
yang menjadi merek primer. Sehingga merek merupakan elemen penting bagi pemasaran produk fisik dan jasa. Proposal Skripsi Manajemen
Kotler dan Susanto (2001) mengatakan bahwa merek yang kuat adalah merek yang memiliki ekuitas merek yang tinggi. Menurut Aaker (dalam Tjiptono, 2006) ekuitas merek adalah serangkaian aset dan kewajiban (liabilities) merek yang terkait dengan sebuah merek, nama, dan simbolnya yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan dan/atau pelanggan perusahaan tersebut. Menurut Rofiq (2009) alasan penting
untuk mengelola dan mengembangkan ekuitas merek adalah merek lebih bermakna dari produk. Produk hanya menjelaskan atribut dimensinya yang akan dipertukarkan dan mudah ditiru oleh perusahaan lain, sedangkan merek menjelaskan emosi dan hubungan secara spesifik dengan pelanggan serta sifatnya tidak berwujud (intangible) sehingga tidak mudah ditiru oleh pesaing.
Aaker (2001) memandang ekuitas merek sebagai suatu perangkat yang terdiri dari lima kategori aset, antara lain: (1) kesetiaan merek (brand loyalty), (2) kesadaran merek (brand awarness), (3) mutu yang dirasakan (perceived quality), (4) asosiasi merek (brand association), dan (5) aset kepemilikan lainnya (property brand assets) seperti pola, merek dagang, dan saluran distribusi. Keller (1993) menjelaskan ekuitas merek menggunakan dimensi pengetahuan merek (brand
knowledge) terdiri dari kesadaran merek (brand awareness) dan citra merek (brand image).
Di era modern sekarang ini, perkembangan ekonomi, budaya, dan teknologi, telah membawa perubahan dalam sikap hidup seseorang. Salah satu dampaknya adalah perawatan kecantikan yang telah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat terutama kaum wanita. Dengan adanya fenomena ini maka di Indonesia bermunculan klinik-klinik kecantikan. Klinik-klinik kecantikan ini
menawarkan produk dan jasanya dengan berbagai perawatan kecantikan.
Selengkapnya Proposal Skripsi Manajemen ini bisa anda Download Gratis di Sini
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Proposal Skripsi Manajemen
Seiring perkembangan zaman saat ini, kebutuhan manusia terus-menerus meningkat, sesuai dengan sifat manusia yang tidak pernah puas akan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Diikuti juga dengan pertumbuhan dan lahirnya perusahaan- perusahaan baru, hal tersebut menimbulkan persaingan antarperusahaan semakin ketat. Sehingga perusahaan harus dapat mempertahankan usahanya dalam
pencapaian tujuan, yaitu memperoleh keuntungan dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan mengenali apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
Subekti (2010) membuktikan bahwa di pasar yang serba kompetitif seperti sekarang ini, merek mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Apalagi pemasaran di masa yang akan datang lebih menjadi persaingan antarmerek, yaitu persaingan untuk merebut konsumen melalui merek.
Selain itu merek bukan hanya dianggap sebagai sebuah nama, logo atau simbol. Lebih dari itu merek merupakan nilai yang ditawarkan sebuah produk bagi konsumen yang memakainya.
Definisi merek menurut American Marketing Association adalah nama, istilah, tanda, lambang, desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang dan jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari para pesaing. Maka merek adalah produk atau jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa
cara dari produk dan jasa lainnya dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan yang sama (Kotler dan Keller, 2009).
Proposal Skripsi Manajemen- Konsumen memandang merek sebagai bagian penting dari sebuah produk, dan pemberian merek dapat menambah nilai produk tersebut (Kotler dan Armstrong, 1997). Konsumen mengevaluasi merek melalui cara yang berbeda dengan melihat peranan merek yaitu bagaimana sebuah merek dari produk atau jasa memberikan kepuasan kepada konsumen berdasarkan pengalaman masa lalunya dan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian konsumen dapat memberikan apresiasi atau penilaian akan sebuah merek produk atau jasa yang
dipilihnya.
Menurut Tjiptono (2006) merek dalam konteks jasa seringkali dianggap sebagai sebuah janji. Merek merupakan janji akan bendel atribut-atribut yang dibeli seseorang, atribut tersebut berupa riil, rasional atau emosiaonal, dan tangible atau invisible. Bila dalam produk fisik (barang-barang yang dikemas), produk merupakan merek primer (primary brand), maka pada jasa perusahaan
yang menjadi merek primer. Sehingga merek merupakan elemen penting bagi pemasaran produk fisik dan jasa. Proposal Skripsi Manajemen
Kotler dan Susanto (2001) mengatakan bahwa merek yang kuat adalah merek yang memiliki ekuitas merek yang tinggi. Menurut Aaker (dalam Tjiptono, 2006) ekuitas merek adalah serangkaian aset dan kewajiban (liabilities) merek yang terkait dengan sebuah merek, nama, dan simbolnya yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan dan/atau pelanggan perusahaan tersebut. Menurut Rofiq (2009) alasan penting
untuk mengelola dan mengembangkan ekuitas merek adalah merek lebih bermakna dari produk. Produk hanya menjelaskan atribut dimensinya yang akan dipertukarkan dan mudah ditiru oleh perusahaan lain, sedangkan merek menjelaskan emosi dan hubungan secara spesifik dengan pelanggan serta sifatnya tidak berwujud (intangible) sehingga tidak mudah ditiru oleh pesaing.
Aaker (2001) memandang ekuitas merek sebagai suatu perangkat yang terdiri dari lima kategori aset, antara lain: (1) kesetiaan merek (brand loyalty), (2) kesadaran merek (brand awarness), (3) mutu yang dirasakan (perceived quality), (4) asosiasi merek (brand association), dan (5) aset kepemilikan lainnya (property brand assets) seperti pola, merek dagang, dan saluran distribusi. Keller (1993) menjelaskan ekuitas merek menggunakan dimensi pengetahuan merek (brand
knowledge) terdiri dari kesadaran merek (brand awareness) dan citra merek (brand image).
Di era modern sekarang ini, perkembangan ekonomi, budaya, dan teknologi, telah membawa perubahan dalam sikap hidup seseorang. Salah satu dampaknya adalah perawatan kecantikan yang telah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat terutama kaum wanita. Dengan adanya fenomena ini maka di Indonesia bermunculan klinik-klinik kecantikan. Klinik-klinik kecantikan ini
menawarkan produk dan jasanya dengan berbagai perawatan kecantikan.
Selengkapnya Proposal Skripsi Manajemen ini bisa anda Download Gratis di Sini
PROPOSAL SKRIPSI MANAJEMEN PENGARUH CAR, NPL, NIM, LDR, DAN BOPO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN ROA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA BANK-BANK UMUM GO PUBLIC DI INDONESIA PERIODE 2008-2012
KEMBALI LAGI SAYA POSTING PROPOSAL SKRIPSI MANAJEMEN PENGARUH CAR, NPL, NIM, LDR, DAN BOPO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN ROA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA BANK-BANK UMUM GO PUBLIC DI INDONESIA PERIODE 2008-2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah - Proposal Skripsi
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Dapat disimpulkan bahwa, bank merupakan lembaga perantara keuangan antara masyarakat yang kelebihan dana dengan masyarakat yang kekurangan dana untuk
berbagai tujuan atau financial intermediary. Menurut Budi Santoso (2006) secara lebih spesifik bank dapat berfungsi sebagai Agent of Trust, Agent of Development, dan Agent of Service.
Disamping fungsi-fungsi di atas, bank juga harus memperhatikan tujuan utama dari berdirinya suatu perusahaan dan tidak boleh meninggalkan tujuan- tujuan tersebut. Menurut Scott (1999) tujuan utama berdirinya perusahaan yaitu memperoleh profitabilitas, memaksimalkan laba atau kekayaan,
dan memaksimalkan nilai perusahaan. Perusahaan (firm) adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan berbagai sumber daya dengan tujuan
untuk memproduksi barang dan/atau jasa untuk dijual. Menurut theory of the firm, tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan (value of the firm) (Salvatore, 2005). Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik akan menghasilkan laba yang maksimal sehingga memiliki tingkat pengembalian investasi yang tinggi pada pemegang saham (Suharli, 2006).
Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan Price to Book Value (PBV). PBV yang tinggi akan membuat pasar percaya atas prospek perusahaan kedepan. Hal itu juga yang menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Proposal Skripsi
Kinerja perusahaan diukur dengan rasio profitabilitas Return On Asset (ROA) karena ROA menunjukkan pengukuran kinerja yang lebih baik (Dod dan Chen dalam Nirmalasari, 2010). Disamping itu ROA dianggap lebih mempresentasikan kepentingan pemegang saham. Profitabilitas merupakan kemampuan yang dicapai oleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Analisis
profitabilitas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan penjualan, assets, maupun modal sendiri. Jadi hasil profitabilitas dapat dijadikan sebagai tolak ukur ataupun gambaran tentang efektivitas kinerja manajemen ditinjau dari keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan hasil penjualan dan investasi perusahaan.
Profitabilitas dan nilai perusahaan sangat penting bagi beberapa pihak diantaranya bagi pihak manajer serta pihak investor dan kreditur. Proposal Skripsi
ROA merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total asset. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat kembalian (return) semakin besar. Apabila ROA meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham (Husnan,1998).
Jadi jika suatu perusahaan mempunyai ROA yang tinggi maka perusahaan tersebut berpeluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan. Tetapi jika total aktiva yang digunakan perusahaan tidak memberikan laba maka perusahaan akan mengalami kerugian dan akan menghambat pertumbuhan.
Dari berbagai rasio keuangan yang ada, salah satu rasio yang banyak digunakan didalam pengambilan keputusan investasi adalah rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan (Price to Book Value Ratio), dimana nilai buku dihitung sebagai hasil bagi dari ekuitas pemegang saham dengan jumlah saham yang beredar. Rasio ini menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan mampu menciptakan nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan.
Semakin tinggi rasio tersebut semakin berhasil perusahaan menciptakan nilai bagi pemegang saham.
Selengkapnya proposal skripsi dapat anda download gratis di Sini
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah - Proposal Skripsi
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Dapat disimpulkan bahwa, bank merupakan lembaga perantara keuangan antara masyarakat yang kelebihan dana dengan masyarakat yang kekurangan dana untuk
berbagai tujuan atau financial intermediary. Menurut Budi Santoso (2006) secara lebih spesifik bank dapat berfungsi sebagai Agent of Trust, Agent of Development, dan Agent of Service.
Disamping fungsi-fungsi di atas, bank juga harus memperhatikan tujuan utama dari berdirinya suatu perusahaan dan tidak boleh meninggalkan tujuan- tujuan tersebut. Menurut Scott (1999) tujuan utama berdirinya perusahaan yaitu memperoleh profitabilitas, memaksimalkan laba atau kekayaan,
dan memaksimalkan nilai perusahaan. Perusahaan (firm) adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan berbagai sumber daya dengan tujuan
untuk memproduksi barang dan/atau jasa untuk dijual. Menurut theory of the firm, tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan (value of the firm) (Salvatore, 2005). Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik akan menghasilkan laba yang maksimal sehingga memiliki tingkat pengembalian investasi yang tinggi pada pemegang saham (Suharli, 2006).
Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan Price to Book Value (PBV). PBV yang tinggi akan membuat pasar percaya atas prospek perusahaan kedepan. Hal itu juga yang menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Proposal Skripsi
Kinerja perusahaan diukur dengan rasio profitabilitas Return On Asset (ROA) karena ROA menunjukkan pengukuran kinerja yang lebih baik (Dod dan Chen dalam Nirmalasari, 2010). Disamping itu ROA dianggap lebih mempresentasikan kepentingan pemegang saham. Profitabilitas merupakan kemampuan yang dicapai oleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Analisis
profitabilitas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan penjualan, assets, maupun modal sendiri. Jadi hasil profitabilitas dapat dijadikan sebagai tolak ukur ataupun gambaran tentang efektivitas kinerja manajemen ditinjau dari keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan hasil penjualan dan investasi perusahaan.
Profitabilitas dan nilai perusahaan sangat penting bagi beberapa pihak diantaranya bagi pihak manajer serta pihak investor dan kreditur. Proposal Skripsi
ROA merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total asset. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat kembalian (return) semakin besar. Apabila ROA meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham (Husnan,1998).
Jadi jika suatu perusahaan mempunyai ROA yang tinggi maka perusahaan tersebut berpeluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan. Tetapi jika total aktiva yang digunakan perusahaan tidak memberikan laba maka perusahaan akan mengalami kerugian dan akan menghambat pertumbuhan.
Dari berbagai rasio keuangan yang ada, salah satu rasio yang banyak digunakan didalam pengambilan keputusan investasi adalah rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan (Price to Book Value Ratio), dimana nilai buku dihitung sebagai hasil bagi dari ekuitas pemegang saham dengan jumlah saham yang beredar. Rasio ini menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan mampu menciptakan nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan.
Semakin tinggi rasio tersebut semakin berhasil perusahaan menciptakan nilai bagi pemegang saham.
Selengkapnya proposal skripsi dapat anda download gratis di Sini
Proposal Skripsi Judul ANALISIS KAUSALITAS ANTARA NILAI TRANSAKSI INVESTOR ASING TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN MAKROEKONOMI SEBAGAI VARIABEL EKSOGEN PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003 – 2013
Proposal Skripsi Judul ANALISIS KAUSALITAS ANTARA NILAI TRANSAKSI INVESTOR ASING TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN MAKROEKONOMI SEBAGAI VARIABEL EKSOGEN PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003 – 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG - PROPOSAL SKRIPSI
Sejak terjadinya krisis moneter pada tahun 1998, perkembangan pasar modal di Indonesia sangatlah pesat, hal ini dikarenakan banyaknya perusahaan yang ada di Indonesia melakukan IPO (Initial Public Offering). Kegiatan IPO ini dilakukan karena merupakan salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapat dana atau tambahan modal adalah melalui pasar modal. Menurut Sudomo (1990) pasar modal merupakan pasar dimana diterbitkan serta diperdagangkannya surat-surat berharga jangka panjang, khususnya obligasi dan saham . Selain itu menurut Undang–Undang No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal menyatakan bahwa Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.
Perdagangan surat berharga merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk menarik dana dari calon investor yang mana hal ini bertujuan untuk memperluas dan mengembangkan usahanya.
Bagi para investor dengan menginvestasikan dana yang dimilikinya ke instrumen–instrumen keuangan seperti obligasi, saham, dan sebagainya bisa menyebabkan penghasilan dari investor tersebut bertambah dari memanfaatkan return dari instrumen keuangan yang ada di pasar modal ini. Selain itu keuntungan yang didapat oleh perusahaan adalah mendapatkan dana segar dari masyarakat yang nantinya digunakan sebagai dana untuk pengembangan dan perluasan usaha
perusahaan. Dalam pasar modal sendiri terdapat beberapa insturmen–instrumen yang ada didalamnya. Menurut Samsul (2006), terdapat 5 instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam pasar modal yaitu saham, obligasi, bukti right, bukti waran, dan produk turunan atau sering disebut dengan derivative.
Seiring berjalannya waktu, akses terhadap pasar modal ini sangat mudah untuk dicapai. Dengan semakin majunya teknologi yang ada dan dengan adanya globalisasi yang terjadi belakangan ini. Menurut Giddens (1989), globalisasi merupakan suatu proses dimana terjadi peningkatan rasa saling tergantung antar masyarakat dunia. Atau dengan kata lain, globalisasi adalah suatu proses dimana
seluruh negara di dunia bisa saling berkomunikasi dan bisa saling terhubung dengan mudah, ditambah dengan meningkatnya perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor suksesnya globalisasi. Proposal Skripsi
Selain terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, globalisasi juga terjadi di pasar modal di Indonesia, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya investor yang berdomilisi dari luar negeri yang ikut bertransaksi atau ikut menginvestasikan dana yang mereka miliki dibursa Indonesia atau yang sering kita kenal dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal menyebutkan dalam pasal 1 ayat 1 bahwa Penanaman modal atau Investasi
adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha diwilayah negara Republik Indonesia. Sedangkan investor asing juga dijelaskan dalam UU No.25 tahun 2007 pasal 1 ayat 6 menyatakan bahwa investor asing adalah perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, dan/atau pemerintah asing yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia .
Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) komposisi kepemilikan efek atau saham antara investor asing dengan investor lokal di Indonesia sendiri mengalami perubahan, pada bulan Juni 2012 kepemilikan asing sebesar 54,04% sedangkan kepemilikan investor lokal sebesar 45,96% dan pada periode sebelumnya kepemilikan asing sebesar 55,35% dan kepemilikan investor lokal sebesar 44.65%. Dengan melihat data diatas bahwa telah terjadi perubahan yang mana kepemilikan asing menurun dan kepemilikan investor lokal meningkat walaupun secara keseluruhan investor asing masih mendominasi lantai bursa di Indonesia.
Di Indonesia sendiri para investor asing tertarik terhadap saham-saham yang masuk kedalam indeks LQ 45, dikarenakan pada saham yang masuk kedalam kategori indeks ini memiliki tingkat kapitalisasi yang cukup bagus sehingga saham LQ 45 ini merupakan saham yang tahan terhadap goncangan–goncangan perekonomian dunia yang kadang hal tersebut mengganggu saham lain yang
memiliki kapitalisasi kecil atau saham yang tidak masuk dalam kategori saham LQ 45.
Selengkapnya proposal skiripsi ini bisa anda download gratis di sini
Proposal Skripsi Judul ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA, KEMENARIKAN DESAIN PRODUK dan KUALITAS PRODUK TERHADAP KEMANTAPAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
Proposal Skripsi Judul ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA, KEMENARIKAN DESAIN PRODUK dan KUALITAS PRODUK TERHADAP KEMANTAPAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
Selengkpanya Download Gratis Proposal Skripsi ini di Sini
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Persaingan pasar yang disertai bermunculanya kompetitor yang bergerak dibidang yang sama atau yang sering kita sebut dengan istilah Red Ocean Strategy, secara tidak langsung mempengaruhi usaha suatu perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasarnya. Perusahaan dituntut agar selalu melakukan inovas agar konsumen baru ataupun pelanggan yang telah dimiliki akan tetap
menggunakan barang atau jasa dari perusahaan tersebut. Jika perusahaan bisa melakukan inovasi yang tepat disertai pemahaman yang baik tentang perilaku konsumen, maka perusahaan akan berkesempatan mendapat keuntungan lebih dibandingkan dengan kompetitor.
Inovasi berasal dari bahasa Latin – innovare – yang berarti “untuk membuat sesuatu yang baru”, dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang merubah kesempatan menjadi ide-ide baru dan menjadikannya dapat digunakan dalam praktek secara luas. Sedangkan perilaku konsumen adalah perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi,
dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka (schiffman dan kanuk, 2000). Kaitanya dengan keputusan pembelian, pemahaman perusahaan mengenai perilaku konsumen meliputi jawaban atas pertanyaan seperti apa (what) yang dibeli, dimana (where) membeli, bagaimana kebiasaan (how often) membeli dan dalam keadaan apa
(under what condition) barang dan jasa dibeli. Dengan memahami perilaku konsumen perusahaan dapat merancang, mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan dan seperti apa barang atau jasa yang diinginkan konsumen.
Konsumen mempunyai peran yang krusial dalam eksistensi suatu badan usaha. Karena hampir setiap kegiatan perusahaan dilakukan untuk memposisikan agar produk dapat diterima konsumen. Keanekaragaman keinginan dan kebutuhan konsumen memaksa produsen agar melakukan pengamatan terhadap apa yang menjadi keinginan konsumen. Hal ini dibutuhkan perusahaan agar
dapat memenuhi dan memuaskan konsumen dengan produk yang ditawarkan.
Dahulu busana / fashion dianggap hanya sebagai alat untuk menutupi tubuh. Seiring berjalanya waktu dan berkembangnya zaman, gaya berbusana / fashion menjelma menjadi media bagi seseorang untuk menunjukan seberapa tinggi eksistensinya dan bahkan untuk segelintir orang fashion merupakan tolak ukur kekuatan ekonomi mereka. Saat ini fashion berkembang sangat cepat
mengikuti perkembangan zaman yang terkait dengan tren, kreativitas dan gaya hidup. Masyarakat sekarang sangat menyadari akan kebutuhan fashion yang lebih dari sekedar berpakaian, tapi juga harus bergaya trendi dan mengikuti perkembangan fashion. Karena kebanyakan masyarakat saat ini menilai seseorang dari cara berpakaianya terlebih dahulu atau bisa disebut juga pakaian
mencerminkan identitas pribadi seseorang.
Selengkpanya Download Gratis Proposal Skripsi ini di Sini













